Dahlan mengaku mendapat adua itu dari anaknya sendiri. "Anak saya bilang, Surabaya-Yogyakarta. Dia beli tiket namun sudah ada yang menempati. Mereka sama-sama punya tiket," kata Dahlan di pintu tol Cililitan, Jakarta, Senin (16/4/2012).
"Namun anak saya bukan mengeluh. Langsung saya forward SMS ke Dirut KAI," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap ini belum mencerminkan Dirut KAI, dia bilang 'Bapak bisa menghubungi orang-orang ini (balasan SMS Jonan)," tuturnya.
Terkait teguran keras ini, Dirut KAI kini tengah berbebah. "Sedang ditelusuri. Tapi memang dari dua tiket itu, punya anak saya yang asli," paparnya.
"Memang masih banyak ditemui penumpang. Mereka masuk di restorasi," tegasnya.
Punya pengalaman seperti ini? atau layanan-layanan buruk PT KAI lainnya, anda bisa mengirim email ke redaksi@detikfinance, dengan subjek 'kereta api'
(wep/hen)











































