Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengatakan setoran Bea Cukai itu terdiri dari penerimaan bea masuk Rp 7,331 triliun, penerimaan cukai Rp 23,407 triliun, dan penerimaan bea keluar Rp 6,213 triliun.
"Kuartal satu masih on the track, melampaui target sedikit sekali," ujar Agung di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (16/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa faktor yang berpengaruh pada peningkatan penerimaan cukai adalah (1) peningkatan tarif cukai hasil tembakau sesuai dengan road map cukai hasil tembakau; (2) perbaikan administrasi kepabeanan dan cukai; dan (3) extra effort untuk mengurangi peredaran barang kena cukai secara ilegal.
Target penerimaan bea masuk pada tahun ini diperkirakan Rp 23,7 triliun, termasuk di dalamnya bea masuk yang ditanggung pemerintah (DTP) Rp 1 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh perkiraan meningkatnya volume dan nilai impor sebagai dampak dari meningkatnya aktivitas perdagangan internasional.
Di 2012, penerimaan bea keluar ditargetkan mencapai Rp 19,2 triliun atau 24,5% lebih rendah bila dibandingkan dengan target APBN-P 2011.
(nia/dnl)











































