Australia Makin Gencar Garap Tambang di Indonesia

Australia Makin Gencar Garap Tambang di Indonesia

Hardani tri Yoga - detikFinance
Selasa, 17 Apr 2012 12:18 WIB
Australia Makin Gencar Garap Tambang di Indonesia
Jakarta - Nilai investasi perusahaan tambang Australia di Indonesia saat ini mencapai 5,3 miliar dolar Australia. Angka ini naik 11% dari 2009 sampai dengan 2011.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty mengatakan, hingga sekarang ada 38 perusahaan tambang Australia yang sudah berinvestasi dengan perencanaan untuk 120 proyek. "Sedangkan nilai perdagangan kedua negara dari pertambangan diperkirakan menembus 13,8 miliar dolar Australia," kata Greg di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Menurutnya, perusahaan-perusahaan Australia telah berkontribusi dengan memberikan investasi dalam bentuk jangka panjang. Hal ini akan diupayakan secara berkelanjutan dengan praktik-praktik pertambangan di beberapa lokasi seperti Kalimantan, Maluku, dan Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka menggunakan sumber daya manusia lokal untuk perkembangan industri pertambangan. Bentuk investasi juga jangka panjang," ujarnya.

Untuk mendukung iklim investasi sektor pertambangan yang berkelanjutan, Greg menerangkan pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar pameran pertambangan Australia terbesar di Shangri-La, hari ini dan besok.

Menurutnya, tema pameran tahun ini adalah Pertambangan Berkelanjutan dan Bertanggungjawab: Asean dan Australia dalam sinergi. Sejumlah perusahaan pertambangan terbesar Australia ikut serta ambil bagian dari pameran ini.

Lebih dari 100 perusahaan Australia yang terkait dengan pertambangan juga mengikuti pameran ini dengan menghadirkan kualitas teknologi, peralatan, dan jasa dari sektor kelas dunia Australia.

"Sektor pertambangan menjadi andalan ekonomi bagi Indonesia dan Australia. Pertambangan berhasil menciptakan ratusan ribu lapangan kerja dan dapat menarik langsung dari luar negeri," tuturnya.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads