Pemerintah mengakui kemacetan di jalan tol sulit diatasi, dan sistem e-toll card pun tidak bisa menyelesaikan masalah macet di tol, kecuali adanya tambahan jalur baru di tol.
Demikian disampaikan oleh Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin kepada detikFinance, Selasa (17/4/2012).
"Sekarang kalau masih antre seperti di tol Cililitan, sebelum masuk dan setelah keluar macet. Kapasitas jalan tolnya kurang jadi sudah nggak bisa apa-apa. Kalau pakai e-toll tetep nggak bisa buat lancar," jelas Sumaryanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, Sumaryanto mengatakan sudah meminta PT Jasa Marga Tbk untuk mempercepat proses pembayaran di gerbang tol. Alat canggih pun diimpor dari Swedia, namun sayangnya ditahan Bea Cukai.
Sumaryanto mengatakan telah meminta Jasa Marga untuk terus membenahi pelayanannya agar tidak ada kemacetan lagi di pintu tol.
"Sekarang kan mau pakai teknologi RFID (teknologi yang buat mobil tak perlu berhenti) tapi terkendala di Bea Cukai dan itu alatnya dari swedia. Artinya kita terus meningkatkan pelayanan," katanya.
(dnl/hen)










































