'Belum makan nasi berarti belum makan', pola pikir seperti ini membuat pemerintah pusing. Pemerintah harus menyediakan stok beras banyak hingga harus mengimpor.
Menteri Pertanian Suswono mengatakan, Indonesia kaya sumber karbohidrat. Jadi seharusnya masyarakat tidak terus bergantung kepada beras saja.
"Indonesia sebetulnya tidak kekurangan pangan, karena sumber karbohidrat kita sangat beragam. Ada beras, jagung, ketela, umbi-umbian, dan sagu. Tetapi masalahnya masyarakat Indonesia masih dominan dengan beras. Malah sebagian kalau belum makan nasi belum makan," tutur Suswono di kantornya, Ragunan, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pola pikir kita ubah, artinya kalau kita sudah makan ketela, singkong, atau umbi-umbian yang lain, artinya ktita sudah makan," imbuhnya.
Suswono mengatakan, pola makan beras yang terlalu besar membuat Indonesia sebagai negara pengidap diabetes terbesar nomor 4 di dunia.
"Boleh jadi karena konsumsi nasi yang terlalu dominan. Oleh karena itu kita harapkan keragaman makanan ini konversinya ke protein. Protein kita masih sangat rendah," jelasnya.
(dnl/hen)











































