Kondisi Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN) kini semakin terlupakan. Padahal BUMN perfilman ini mengalami periode panjang sebagai perusahaan negara semenjak zaman Belanda.
Kini PFN menjadi sorotan soal hak cipta dari tokoh Si Unyil yang merupakan ciptaan Suyadi atau Pak Raden. Keterlibatan Pak Raden di BUMN perfilman tersebut cukup lama, bahkan Pak Raden sempat mendapat tawaran kerja di PFN.
"Pak Raden juga pernah ditawarin kerja di sini tapi dia nggak mau, ya mungkin karena PNS gajinya kecil. Sekarang dia lagi sakit," kata salah satu sumber di lingkungan PFN kepada detikFinance, Rabu (18/4/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu yang jadi pemeran Pak Harto yang di G30S/PKI, Pak Amoroso, pernah menjabat direksi di sini, tapi setiap 3 tahun kan direksinya diganti," katanya.
Menurut sumber itu, kini aktivitas dari PFN lebih banyak pada usaha penyewaan studio. Sementara itu lini bisnis bidang produksi film sudah menjadi kenangan masa lalu.
"Kalau nggak disewa untuk dipakai syuting, studionya nggak dipakai. Selain Global ada Trans 7, terus dipakai video klip juga," katanya.
Seperti diketahui kini Suyadi atau Pak Raden sedang memperjuangkan hak ciptanya terhadap tokoh Si Unyil yang sebelumnya sudah diserahkan kepada PFN sebagai pemegang hak cipta.
(hen/dnl)










































