Teknologi teranyar, adalah e-Toll Pass, membuat pengguna tidak perlu menempelkan kartu di pintu tol. Terdapat teknologi pemancar sinyal yang dipasang pada mobil (On Board Unit/OBU) dan saat kendaraan melaju, palang akan terbuka otomatis. Saldo e-Toll Pass pun akan berkurang sesuai tarif tol.
Namun kabar terbaru menyebut, alat yang sudah disiapkan Bank Mandiri belum dapat dijual kepada pengguna tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa harga unit satu unit OBU? Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman menyebutkan harga OBU relatif mahal, Rp 500 ribu. Namun saat permintaan e-Toll Pass bertambah, ia yakin OBU akan lebih terjangkau.
"Harga awal Rp 500 ribu. Ini kan baru, nanti saat demand naik akan lebih murah. Dengan OBU transaksi bisa dilakukan tanpa harus buka kaca," terang Adit.
Hingga kini tercatat terdapat empat gerbang tol otomatis (GTO) bersistem E-Toll Pass yang sudah bisa terhubung dengan alat OBU. Masing-masing di Gerbang Tol (GT) Cililitan, GT Cengkareng, GT Halim, dan GT Kapuk.
Jasa Marga merencanakan, 50 GTO e-Toll Pass sebagai mesin penangkap sinyal OBU akan beroperasi tahun 2012. Namun sayang kabar terakhir, mesin e-Toll Pass masih tertahan Bea Cukai.
Pada layanan transaksi non-stop ini, pengemudi tidak perlu menghentikan kendaraan untuk melakukan transaksi tetapi cukup melintasi gerbang tol dengan kecepatan 10 km/jam. Setelah terdengar bunyi ”bip-bip” di perangkat on board unit (OBU) yang terpasang di kaca depan, palang pintu gardu tol pun akan terbuka dan transaksi selesai.
Dengan E-Toll Pass diharapkan transaksi terjalan otomatis dan cepat. Target transaksi satu kendaraan hanya 2,3 detik. Sedangkan GTO dengan sistem 'tempel dan buka kaca' butuh waktu lebih lama hingga 5 detik.
Pemasangan sistem ini masih fokus pada area Jabodetabek untuk ruas tol Jasa Marga. Uji coba pemasangan gerbang tol otomatis (GTO) juga akan terpasang sebagian di Medan dan Surabaya.
(wep/ang)











































