Kemarin Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak 5 posisi direksi PT Pertamina (Persero). Perombakan ini tidak dilakukan diam-diam, sudah melalui proses selama sebulan lebih.
"Sebetulnya penggantiannya tidak diam-diam. Cuma memang tidak seheboh sebelumnya. Dulu itu 6 bulan sebelumnya sudah heboh, sekarang tidak perlu heboh itu. Kalau direksi BUMN kelamaan heboh, tidak akan kerja," tegas Dahlan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/4/2012).
Dikatakan Dahlan, dirinya akan seminimal mungkin membuat 'kehebohan' dalam pergantian direksi BUMN. Dia juga telah menyampaikan idenya kepada Presiden SBY untuk membuat 'dream team' di BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergantian 5 direksi Pertamina ini, lanjut Dahlan, merupakan usulan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.
"Yang mengajukan Dirut. Proses pembentukan dream team ini sudah disetujui. Berarti prosesnya seperti itu. sehingga Dirut mengajukan nama, kemudian nama-nama itu kita periksa. apakah ada yang nggak memenuhi syarat, misalnya nggak pernah fit and proper test atau ada catatan di bidang integritas," jelas mantan Dirut PLN ini.
Dalam pergantian direksi ini, Dahlan mengatakan tidak perlu melalui tim penilai akhir (TPA) yang diketuai oleh Presiden SBY. Kecuali jika yang diganti adalah Dirut, baru perlu persetujuan TPA.
Seperti diketahui, Dahlan melakukan pergantian direksi Pertamina lewat surat keputusan No. SK-186/MBU/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) Pertamina.
Adapun 5 direksi baru Pertamina adalah:
- Chrisna Damayanto sebagai Direktur Pengolahan menggantikan Edi Setianto
- Hanung Budya Yuktyanta sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga menggantikan Djaelani Sutomo
- Evita Maryanti Tagor sebagai Direktur SDM menggantikan Rukmi Hadi Hartini
- Luhur Budi Djatmiko sebagai Direktur Umum menggantikan Waluyo
- Hari Karyuliarto sebagai Direktur Gas
Chrisna Damayanto sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Pengolahan Bidang Operasi Kilang, sedangkan Hanung Budya Yuktyanto sebelumnya sebagai Presiden Direktur PT Badak NGL.
Adapun, Evita Maryanto Tagor merupakan Presideg Direktur PT Tugu Pratama Indonesia dan Luhur Budi Djatmiko adalah Kepala Satuan Pengawas Internal, sementara itu Hari Karyuliarto sebelumnya menjabat sebagai Corporate Secretary Pertamina.
Sementara anggota dewan direksi lainnya yaitu Direktur Utama Karen Agustiawan, Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Risiko M. Afdal Bahaudin, Direktur Hulu M. Husen, dan Direktur Keuangan Andri T. Hidayat.











































