Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo meninggal dunia saat sedang mendaki gunung Tambora. Menurut salah satu sahabat dekat almarhum, Atri Muchtar mengatakan lokasi kematiannya alamarhum sebagai tempat yang disukai oleh Widjajono untuk kegiatan mendaki.
"Dia (Almarhum Widjajono) meninggal di tempat fovorit dia. Dia supaya tenang dan cari inspirasi, dia pergi ke gunung," sebut sahabat Widjajono ini kepada detikFinance di rumah duka di jalan Ciragil II nomor 28 Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (22/4/2012).
Menurut Atri, sosok Widjajono yang pintar, santun, tidak feodal memang suka mendaki gunung semenjak Widjajono kuliah di ITB tahun 1970-an.
"Dia sudah ke gunung Kilimanjaro dan Kinabalu, sudah banyak sekali gunung yang dia pernah daki," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hobinya itu jalan, dari rumahnya dia selalu jalan kaki kemana-mana dan biasaya mampir di rumah saya," tutup sahabat dekat Widjajono ini.
Gunung Tambora tercatat memiliki bibir kaldera Gunung terbesar di dunia, dengan ketinggian 2.850 mdpl di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini pernah meletus sangat dahsyat pada tahun 1815 hingga meninggalkan kaldera seluas 7 kilometer.
Widjajono meninggal di Gunung Tambora, Sabtu (21/4/2012). Kehadiran Widjajono ke Gunung Tambora dalam rangka kegiatan bersama dengan para aktivis Female Trackers for Lupus.
(hen/hen)










































