Mau Naik Kereta Api Presiden SBY? Bayar Dulu Rp 21 Juta

Mau Naik Kereta Api Presiden SBY? Bayar Dulu Rp 21 Juta

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 23 Apr 2012 13:55 WIB
Mau Naik Kereta Api Presiden SBY? Bayar Dulu Rp 21 Juta
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) ternyata melayani carter kereta khusus wisata. Hal ini dilakukan untuk menunjang kepariwisataan Indonesia.

Kereta yang digunakan tak tanggung-tanggung, yakni langsung kereta yang biasa digunakan Presiden SBY. Kereta ini bisa digunakan seluruh masyarakat, namun penggunaanya harus merogoh kocek biaya sewa kereta yang ternyata mencapai Rp 21 juta.

"Untuk menunjang kepariwisataan, KAI memberikan pelayanan carter kereta khusus wisata juga berbagai keperluan seperti rapat, pesta pernikahan, ulang tahun hingga jalan-jalan di atas Kereta Api menuju berbagai kota tujuan," ungkap Manager Corporate Image Care, Agus Komarudin ketika berkunjung ke detikcom di Warung Buncit, Jakarta, Senin (23/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, KAI mempunyai tiga jenis kereta wisata yang masing-masing diberi nama Nusantara, Bali dan Toraja.

"Ketiga kereta wisata tersebut dapat dirangkaikan pada Kereta Api Reguler yang dilengkapi dengan kereta pembangkit (listrik) berkekuatan minimal 300KVA, seperti KA Argobromo Anggrek, Argo lawu, Dwipangga, Argo Muria, Argo Gede, Bima dan Sembrani," ungkapnya.

Lalu berapa biaya sewanya? Agus mengatakan, pengguna kereta wisata yang kerap digunakan Presiden SBY ini harus merogoh kocek hingga Rp 21 juta per gerbongnya. Namun tergantung jarak dan fasilitas yang digunakan.

Dijelaskan Agus per gerbong kapasitas penumpangnya bisa mencapai 19-22 penumpang.

"Misalnya dari Gambir ke Surabaya mencapai Rp 21 juta. Bisa juga dari Gambir ke Semarang dengan biaya mencapai Rp 16,5 juta jadi tergantung tujuannya kemana," jelasnya.

Untuk pemesanan kereta wisata ini, Agus menjelaskan calon penumpang hanya tinggal menghubungi PT Kereta Api Pariwisata di Jalan Djuanda. Namun waktunya 3 minggu sebelum keberangkatan.

"Karena harus dilihat nantinya apakah ada jadwal Presiden menggunakan kereta ini atau tidak," tutup Agus.

(dru/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads