PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk mengambil jalan damai kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD terkait tudingan kepada Pertamina sebagai sarang korupsi.
Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan, dirinya sore ini langsung menghadap Mahfud di kediamannya kompleks Widya Chandra, Jakarta.
"Kami menjelaskan kepada beliau bagaimana kondisi Pertamina saat ini yang sudah jauh berbeda dan beliau (Mahfud) bisa memahami. Mungkin persepsi beliau adalah soal Pertamina di zaman Orde Baru. Tapi akhirnya kami jelaskan kepada beliau kondisi kami sudah berubah," jelas Harun kepada detikFinance, Senin (23/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harun merasa puas bisa bertemu dengan Mahfud dan menjelaskan posisi Pertamina saat ini. "Tujuan kami saling mengingatkan untuk hasil yang lebih baik. Buat apa ribut-ribut lagi, Pertamina sekarang sudah lebih baik," jelas Harun.
Sebelumnya Pertamina sempat terganggu dengan pernyataan Mahfud soal empat institusi pemerintah yang dinilainya paling korup.
Ada 4 instansi yang menurut Mahfud penuh dengan praktik korupsi dan kolusi, yaitu:
- Pertamina, yaitu bagaimana kita memproduksi minyak dikirim ke luar negeri lalu dibeli lagi oleh kita sendiri dengan harga mahal. Itu merupakan korupsi besar-besaran yang dilalui melalui jalur tidak langsung;
- Perpajakan, yang telah saya sebutkan menyangkut Gayus tadi yang melibatkan institusi kepolisian, kejaksaan, hakim, dan Kemenkumham. Meskipun tidak semuanya dan hanya minoritas menyangkut hal besar;
- Bea Cukai, merupakan sumber korupsi terbesar yang sejak zaman sebelum reformasi diusahakan dilakukan perbaikan sampai sekarang juga tidak bisa diperbaiki; dan
- Pertanahan / mafia tanah.











































