RI 'Siaga Satu' Antisipasi Sapi Gila Asal AS

RI 'Siaga Satu' Antisipasi Sapi Gila Asal AS

- detikFinance
Rabu, 25 Apr 2012 18:55 WIB
RI Siaga Satu Antisipasi Sapi Gila Asal AS
Jakarta - Pemerintah menegaskan melarang impor daging sapi dan sapi hidup dari negara yang terjangkit penyakit sapi gila. Belakangan ini temuan penyakit sapi gila terjadi di AS yang merupakan salah satu sumber daging sapi impor ke Indonesia.

"Sedang dibahas, mereka hari ini langsung membahas, adanya informasi tentang sapi tersebut, tadi dibahas, saya mengatakan, bahwa coba segera di respons, karena kita punya aturan untuk country yang ada penyakitnya, kita punya aturan, untuk melarang memasukkan sapi-sapi yang terkena seperti itu," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Untuk penanganan mengenai impor sapi ini, Hatta menyerahkan kepada sebuah tim guna menjaga agar sapi-sapi berpenyakit itu jangan sampai masuk ke Indonesia. "Timnya kan sudah ada, tim silahkan nanti melaporkan," pungkasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eksportir daging sapi di Amerika Serikat menemukan kasus penyakit sapi gila di California. Temuan itu diyakini dapat menghancurkan kepercayaan konsumen di dalam dan luar negeri.

Departemen Pertanian Amerika Serikat melaporkan bahwa ini adalah kasus bovine spongiform encephalopathy (BSE) keempat di Amerika Serikat.Disebutkan bahwa kabar ini merusak seluruh produk daging dalam rantai pasokan makanan.

Sapi yang terjangkit BSE itu berasal dari peternakan di California tengah.BSE tidak dapat ditularkan melalui susu sapi. Menurut organisasi itu nilai ekspor daging sapi Amerika Serikat mencapai US$ 353 juta setiap bulan. Pasar utamanya adalah Meksiko, Kanada, Korea Selatan dan Jepang.

Diperkirakan terdapat 90,8 juta ekor sapi, sebagian besar berada di negara bagian yang luas seperti Texas, Nebraska, Kansas dan California. Sekitar 40 ribu ekor ternak diperiksa departemen pertanian setiap tahun. Indonesia sendiri melakukan impor sapi dari negeri Paman Sam itu sekitar 20%.


(nia/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads