S&P mengatakan, penurunan peringkat Spanyol mencerminkan pandangan mereka tentang peningkatan resiko utang bersih pemerintah Spanyol dan GDP, seperti dilansir dari CNN (27/4/2012).
Lembaga pemeringkat kredit itu juga menyebutkan, ada perlambatan pertumbuhan ekonomi Spanyol termasuk menurunnya pendapatan, sektor swasta mengalami penurunan dan pelaksanaan program penghematan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini Spanyol mengungkapkan bahwa defisit anggaran 2011 jauh lebih besar dari yang diperkirakan dan memperingatkan kalau pemerintah mungkin tidak bisa memenuhi target fiskal 2012.
Perdana Menteri Mariano Rajoy yang aktif sejak Desember telah mengajukan proposal program penghematan sebesar 27 miliar euro. Namun, ekonomi Spanyol yang tengah menderita akibat tingginya pengangguran dan masalah di sektor perbankan yang berdampak pada pasar properti sekali lagi jatuh ke masa resesi.
Sementara pihak berwenang mengatakan Spanyol bisa menghindari bailout, baru-baru ini imbal hasil obligasi Spanyol mengalami kenaikan tajam karena investor takut negara itu butuh berbagai dukungan eksternal.
Di tengah kesulitan saat ini, S&P mengatakan pemerintah Spanyol sudah bergerak dan menerapkan serangkaian reformasi struktural yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Khususnya, S&P menekankan pada reformasi pasar tenaga kerja yang katanya akan membuat upah karyawan lebih fleksibel dan mendukung pertumbuhan lapangan kerja di masa depan.
Spanyol kini berada di peringkat yang sama dengan Italia dan Irlandia. S&P mengharapkan GDP Spanyol bisa berkontraksi 1.5% di 2012 dan 0.5% pada 2013.
(ang/ang)











































