Laba Menanjak 62%, Bos General Motors Dapat Bonus Rp 70 Miliar

Laba Menanjak 62%, Bos General Motors Dapat Bonus Rp 70 Miliar

Metta Pranata - detikFinance
Jumat, 27 Apr 2012 13:39 WIB
Laba Menanjak 62%, Bos General Motors Dapat Bonus Rp 70 Miliar
Jakarta - CEO General Motors Dan Akerson mendapat bonus US$ 7,7 juta (Rp 70 miliar) yang dibayarkan tunai dan sejumlah saham atas kinerjanya sepanjang 2011. Di tahun pertamanya bekerja sebagai CEO, Akerson digaji US$ 1,7 juta (Rp 15,4 miliar). Dia juga menerima US$ 6 juta dalam bentuk unit saham terbatas yang diuangkan.

Dalam laporannya kepada US Securities & Exchange Commission kemarin, GM menyebutkan laba tahunan mereka melonjak hingga 62%, seperti dilansir dari CNBC (27/4/2012). Peningkatan ini didukung oleh penjualan global GM yang kembali berjaya bahkan melebihi produsen otomotif lainnya di dunia.

GM juga berhasil mencapai kesepakatan dengan para buruh melalui serikat United Auto Workers. Hal ini membantu GM mempertahankan level break-even rendahnya. Namun peningkatan profit tidak diikuti oleh kinerja saham GM yang malah melorot sebanyak 45% di tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kekhawatiran para investor adalah unit Opel di Eropa yang membuat GM merugi US$ 747 juta (Rp 6,797 triliun) tahun lalu. GM juga terkena dampak melemahnya perekonomian Amerika Selatan.

"Meskipun melalui pengukuran obyektif hasil kami di 2011 menunjukkan perbaikan dibanding 2010, itu tidak bisa dibandingkan dengan beberapa pesaing utama kami. Hal ini sebagian tercermin dalam harga saham umum kami," tulis GM dalam laporannya.

Penurunan harga saham GM sebanyak US$ 1,9 juta (Rp 17,3 miliar) tahun lalu juga berdampak pada kompensasi Akerson yang perhitungannya berbasis saham. Kompensasi Akerson diatur oleh sebuah pay master khusus dari pemerintahan federal. Ini merupakan bagian dari ketentuan yang diberlakukan setelah restrukturisasi kebangkrutan GM yang didanai pemerintah Amerika Serikat.

Menurut peraturan pemerintah federal, Akerson bisa memperoleh bayaran maksimal US$ 9 juta (Rp 81,9 miliar) dalam bentuk tunai dan saham. Unit saham terbatas yang diterimanya di tahun 2011 merupakan cerminan performa Akerson pada 2010 saat dia masih menjabat sebagai direktur, bukan CEO. Akerson mulai menjabat sebagai CEO sejak September 2010. Pada tahun 2010, kompensasi Akerson mencapai sekitar US$ 2,5 juta (Rp 22,75 miliar).

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads