"Kegiatan perekonomian domestik masih menunjukkan kinerja yang kuat di tengah kinerja pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dan ketidak pastian terkait kebijakan BBM bersubsidi," ungkap Direktur Grup Kebijakan Moneter, Juda Agung pada acara Pelatihan Wartawan Ekonomi, Moneter, Dan Perbankan di Bandung, Sabtu (28/4/12).
Juda menuturkan hal ini karena kuatnya penopang pertumbuhan ekonomi dari sektor konsumsi rumah tangga yang semakin menguat, dan juga iklim investasi yang semakin meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut lagi Juda menjelaskan indikator tingginya konsumsi rumah tangga ialah struktur demografi yang didominasi usia produktif, serta terserapnya tenaga kerja ke sektor formal,
"Dan juga meningkatnya kelas menengah menopang ketangguhan konsumsi rumah tangga," kata Juda.
"Dilihat dari pergeseran konsumsi dari makanan ke leisure, jalan-jalan dan telekomunikasi sehingga relatif kuat untuk tahan penurunan pertumbuhan ekonomi," sambungnya.
Juda pun menuturkan pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat di angka 6,4-6,8%.
(zlf/ang)










































