Pesimis, Direksi Baru Pertamina Bisa Perbaiki Perusahaan
Kamis, 12 Agu 2004 14:26 WIB
Jakarta -
Masyarakat Profesional Madani (MPM) mengaku pesimis jajaran direksi PT Pertamina (Persero) yang baru dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Sikap tersebut terkait dengan sejumlah nama direksi yang dianggap tidak memiliki track record baik bagi Pertamina. "Kita memang harus melihat kinerja mereka 100 hari pertama dulu. Mudah-mudahan akan menjadi lebih baik. Tapi bagaimanapun saya agak pesimis karena ada beberapa nama yang mempunyai track record yang buruk sehingga tidak patut ditempatkan di Pertamina, seperti misalnya Ari Sumarno" ujar Ketua MPM Ismed Hasan Putro ketika dihubungi Kamis (12/8/2004).Ari Sumarno yang saat ini menjabat Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, pada 13 Februari 1996 melalui surat nomor 077/EO300/96-SB pernah mendapatkan surat peringatan pertama dan terakhir atas pelanggaran terhadap ketentuan perusahaan tentang prosedur tender pekerjaan infrastruktur. Saat itu Ari menjabat sebagai Ketua Tim Tender PPGP Bontang yang dinilai merugikan perusahaan Rp 1,2 miliar. Pada kesempatan yang sama Ismed juga mengungkapkan keheranannya karena masih dipertahankannya Alfred Rohimone sebagai Direktur Keuangan. "Seharusnya komisaris menjelaskan atas dasar apa jajaran direksi di bawah pimpinan Ariffi dirombak. Komisaris juga harus mengukur apakah kinerja direksi kemarin sukses atau tidak," ujarnya. Jika ternyata, lanjut Ismed, dinilai sukses maka seharusnya jajaran direksi yang lalu tetap dipertahankan. Namun jika sebaliknya, maka seharusnya Alfred juga tidak duduk di posisi yang sama. Bagaimanapun Ismed berharap Pertamina di bawah pimpinan Widya Purnama menjadi akan lebih baik. "Dia harus komit dengan pernyataannya kalau Pertamina tidak akan bernasib sama dengan Indosat yang dijual dengan pihak asing," ungkapnya.
(nit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































