Pemerintah Kesulitan Tetapkan Direksi Garuda
Kamis, 12 Agu 2004 15:06 WIB
Jakarta - Meski berita pelantikan direksi PT Garuda Indonesia sudah beredar luas, namun Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi mengaku hingga kini susunan direksi Garuda belum final. Laks mengaku pihaknya cukup sulit untuk merumuskan susunan direksi tersebut."Saya sudah minta direksi definitif, tapi Garuda tidak mudah karena restrukturisasi utang dan persaingannya luar biasa, jadi kita cari figur-figur yang bisa diterima dan memiliki keahlian yang baik," kata Laks saat ditemui usai pembukaan acara Serikat Pekerja BUMN di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/8/2004).Mengenai komisaris Garuda, Gunarni Soeworo, yang dikabarkan mundur dari pencalonan sebagai dirut, Laks justru balik bertanya. "Mengundurkan diri darimana? kan belum final. Saya kira sabar saja kita sedang mempertimbangkan aspek-aspek yang terbaik," jawabnya.Menteri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mengakui semestinya pemilihan direksi bisa dilakukan secepatnya mengingat masa tugas direksi lama sudah selesai tahun lalu. "Ya segera saja, tapi itu kan tidak semudah membalikkan telapak tangan," imbuhnya.Laks pun berjanji akan mengumumkan secara transparan kepada publik jika Kementerian BUMN sudah berhasil menyusun direksi perusahaan penerbangan nasional itu.Pelantikan direksi Garuda yang dijadwalkan Rabu (4/8/2004) lalu dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Padahal undangan sudah disebar. Namun beberapa jam menjelang pelantikan, pihak Kementerian BUMN membatalkan acara tersebut. Beredar rumor, pelantikan itu dibatalkan karena Gunarni Soeworo menolak. Dalam susunan direksi yang beredar ketika itu, Gunarni disebut-sebut akan menduduki jabatan dirut. Sedangkan kakak kandung Laksamana, Samudera Sukardi, dipercaya mengisi posisi wakil dirut.
(ani/)











































