Jelang May Day, Muhaimin: Demo Boleh Asal Tertib

Jelang May Day, Muhaimin: Demo Boleh Asal Tertib

- detikFinance
Minggu, 29 Apr 2012 15:26 WIB
Jelang May Day, Muhaimin: Demo Boleh Asal Tertib
Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menghimbau agar pelaksanaan perayaan peringatan Hari Solidaritas Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2012 mendatang dapat berlangsung dalam suasana tertib, aman dan damai.

Untuk itu, Muhaimin meminta agar para pengusaha dan pekerja/buruh bisa bekerjasama dengan merayakan May Day melalui berbagai kegiatan positif serta saling menghormati baik pihak yang merayakannya ataupun pihak tidak merayakannya.

“Pada prinsipnya pemerintah menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Hari Solidaritas Buruh Internasiona (May Day). Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pekerja/buruh serta pengusaha serta berharap agar pelaksanaannya dapat berlangsung dalam suasana kondusif seperti tahun-tahun sebelumnya,“ ujar Muhaimin dalam siaran pers Pusat Humas Kemnakertrans yang dikutip detikFinance di Jakarta, Minggu (29/4/2012).

Muhaimin mengharapkan May Day dapat diperingati dengan penuh suka cita serta semangat kebersamaan antara pengusaha dan pekerja untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan para pekerja/buruh.

''Kita manfaatkan perayaan may day sebagai momentum peningkatan kesejahteraan pekerja dan produktivitas kerja. Spirit May Day ini menjadi pendorong utama agar pemerintah, pengusaha dan pekerja/buruh dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh,'' ujar Muhaimin.

Sebagai contoh, lanjut Muhaimin, pelaksanaan mayday dapat dirayakan oleh pengusaha dan para pekerja/buruh dengan kegiatan yang bersifat positif, misalnya bakti sosial, seminar, lokakarya, olahraga.

Oleh karena itu, Muhaimin meminta kepada pengusaha untuk memberikan keleluasaan kepada pekerja atau buruh untuk merayakan may day dengan kegiatan positif serta mengefektifkan sikap saling pengertian dan kerjasama dengan pengusaha.

“Peringati Hari Buruh tahun ini dengan damai. Bisa dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial dan aktivitas lain yang lebih tenang. Kalau pun mau demo, ya berdemolah dengan tertib, aman dan damai," pungkasnya.

Berdasarkan data Kemenakertrans sampai akhir 2011, di Indonesia tercatat ada 6 Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), 91 buah Federasi SP /SB, 11. 852 buah SP / SB tingkat perusahaan, 170 buah SP/ SB nasional di perusahaan- perusahaan BUMN. Sedangkan jumlah anggota SP /SB seluruhnya mencapai 3.414.455 orang.
(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads