Di Indonesia, Pekerja Outsourcing Hanya untuk Tekan Biaya Operasional

ADVERTISEMENT

Di Indonesia, Pekerja Outsourcing Hanya untuk Tekan Biaya Operasional

- detikFinance
Senin, 30 Apr 2012 08:40 WIB
Jakarta - Pekerja sering menjadi korban dari para pengusaha nakal yang menjadikannya sebagai mesin penghasil uang tanpa memperhatikan nasib dan kesejahteraan. Hal ini sering ditemui pada tenaga kerja outsourcing atau alih daya di Indonesia.

Menurut Ketua Bidang Informasi dan Hubungan Masyarakat, Asosiasi Outsourcing Indonesia, Reza Maspaitella, tenaga kerja outsourcing malah dijadikan sebagai alasan untuk menekan biaya sehingga berdampak terhadap nasib dan kesejahteraan mereka.

"Yang salah kaprah di Indonesia mengenai pekerja outsourcing yaitu disalahgunakan untuk menekan biaya operasional dan enggak ada karyawan tetap, padahal tenaga kerja itu merupakan aset perusahaan enggak bisa disamakan mesin," katanya kepada detikFinance, Senin (30/4/2012).

Sistem outsourcing seharusnya bisa saling menguntungkan bagi para pekerja dan juga perusahaan itu sendiri, tetapi ternyata pihak pekerja lebih sering dirugikan.

Perusahaan pengguna jasa tenaga kerja outsourcing, hanya memanfaatkan pekerja outsourcing agar bisa dibayar secara rendah tanpa harus menanggung berbagai macam hak-hak pekerja. Menurut Reza, hal ini disebabkan oleh tindakan dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

"Satu, bisa oknum perusahaan. Kedua, penyelenggara outsourcing (perusahaan yang mengelola) yang tidak profesional atau perusahaan pengelola outsourcing yang abal-abal yang hanya mengakali pembayaran gaji karyawan (dipotong),” tutupnya.

(feb/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT