China Federation of Logistics and Purchasing mengatakan, Purchasing Manager Index (PMI) resmi meningkat dari 53,1 ke 53,3 di bulan Maret. Inilah bulan kelima ekspansi (indeks di atas 50 mengindikasikan ekpansi, sementara indeks di bawah 50 mengacu pada kontraksi).
Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Maret tahun lalu, ketika PMI mencapai 53,4, sedikit di bawah prediksi 7 ekonom yang memperkirakan 53,5 ketika disurvey oleh Dow Jones Newswires. Alistair Thornton, ekonom Global Insight di Beijing mengatakan PMI 53,3 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas namun memperingatkan sekarang masih terlalu dini untuk merasa lega.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak yang meramalkan pertumbuhan ekonomi China akan melambat tahun ini akibat masalah ekspor ke pasar penjualan utama yakni Eropa dan Inggris. Maret lalu, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 7,5% tahun ini. Tahun lalu ekonomi China tumbuh 9,2%, sedangkan pada 2010 angka pertumbuhan mencapai 10,4%.
Beberapa analis memperkirakan ekonomi China akan keluar dari keterpurukan di triwulan pertama 2012. Tapi ada juga yang mengatakan kebangkitan akan tertunda hingga triwulan kedua.
Minggu lalu, HSBC menerbitkan data permulaan yang menunjukkan aktivitas manufaktur China di bulan April menurun untuk enam bulan berturut-turut. Meskipun data April sedikit lebih tinggi dari Maret, masih mengindikasikan perlambatan kontraksi. Data dari bank biasanya lebih pesimis daripada angka dari pemerintah China.
(ang/ang)











































