Bakrie Toll Road gagal menjadi investor tol Batang-Semarang sepanjang 75 km. Alasannya karena kemampuan keuangan Bakrie Toll Road dinilai tidak memenuhi.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) saat ini sedang menunggu masuknya investor baru untuk pembangunan tol ruas Batang Semarang yang nilai investasinya Rp 7,2 triliun.
Kepala BPJT Ahmad Ghani Ghazali menyebutkan, penambahan investor baru diperlukan terkait kelayakan finansial tol tersebut belum memenuhi, berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada 2010 oleh PT Marga Setiapuritama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah Bakrie Toll Road mundur, kemampuan finansialnya tidak memenuhi, Karena itu harus ada mitra baru supaya layak," lanjutnya.
Sambil menunggu masuknya investor baru, BPJT memberikan waktu pada BUJT untuk memenuhi seluruh kewajiban yang tercantum dalam kesepakatan evaluasi 24 ruas tol yang dibangun pemerintah.
"PT Marga Setiapuritama dimungkinkan untuk mencari mitra baru setelah amandemen perjanjian kontrak konsesi dilaksanakan, atas persetujuan dari BPJT," tegasnya.
Sebelumnya, PT Jasa Marga Tbk pernah menyatakan berminat untuk mencaplok proyek tol Batang-Semarang ini. Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, Jasa Marga telah melakukan pendekatan untuk mencaplok proyek tersebut karena prospeknya yang bagus. (dnl/hen)










































