Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar di sela-sela pameran dan temu bisnis pariwisata terbesar di Timur Tengah dan Afrika, Arabian Travel Market 2012 di Dubai, 30 April-3 Mei 2012.
Menurut Wamenparekraf, berdasarkan catatan kementeriannya selama 2011 wisman asal Timur Tengah yang berwisata ke Indonesia sebanyak 93.273 orang dan dari UAE sebanyak 12.410.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu jumlah total wisman ke Indonesia sebanyak 7.700.192 orang (2011), meningkat 9,24% dari sebelumnya sebanyak 7.002.944 orang (2010). Untuk tahun ini jumlah wisman yang ditargetkan berkunjung ke Indonesia sebanyak 8.000.000 orang.
Lanjut Wamenparekraf, keikutsertaan dalam berbagai pameran pariwisata di luar negeri merupakan salah satu upaya strategis dan tugas dari pemerintah Indonesia, khususnya Kemenparekraf sebagai fasilitator dan koordinator bagi pengembangan dan promosi pariwisata Indonesia.
”Partisipasi berkelanjutan dalam pameran internasional merupakan salah satu upaya untuk menjaga eksistensi dan promosi pariwisata Indonesia dalam kancah industri pariwisata global, untuk menarik wisman lebih banyak lagi,” terang Wamenparekraf.
ATM Dubai termasuk dalam pameran internasional serupa yang digolongkan utama dan penting untuk diikuti. Di sisi lain, upaya diversifikasi peningkatan standar fasilitas kepariwisataan dan promosi destinasi wisata berbagai daerah di Indonesia juga terus dilakukan pemerintah bekerjasama dengan swasta, demi menarik lebih banyak lagi kunjungan wisman ke Indonesia.
Sehubungan dengan itu, menurut Wamenparekraf peluncuran majalah direktori akomodasi Indonesia dengan judul sampul ”Indonesia: Discover the Wonder”, yang memang khusus ditargetkan untuk pasar Timur Tengah diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi peningkatan arus wisman dari kawasan ini.
Majalah dwi bahasa Inggris dan Arab ini akan disirkulasikan secara gratis ke berbagai biro perjalanan dan tour operator utama serta kantor cabang Unique Choice, sebuah tour operator besar berpusat di Riyadh yang menjadi mitra Kemenparekraf, di beberapa negara di kawasan.
Para peserta Indonesia, yang sebagian pernah mengikuti pameran in di tahun sebelumnya, menyatakan rasa optimis karena pengunjung pameran ini sebagian besar adalah para buyers dan pebisnis industri pariwisata dari seluruh dunia.
Mereka mengharapkan tahun ini akan dapat menghasilkan kembali berbagai kesepakatan kerjasama secara berkelanjutan di kemudian hari.
Rata-rata peserta Indonesia memiliki kesamaan pandangan bahwa bisnis pariwisata merupakan suatu bisnis jangka panjang, yang memerlukan investasi berupa keterlibatan berkesinambungan dalam berbagai pameran pariwisata internasional. Hal itu demi menjaga eksistensi pasar, mitra internasional dan sosialisasi kepada para tour operator asing.
Sebanyak 26 peserta industri pariwisata dan perhotelan dari Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kemenparenkraf menempati Paviliun Indonesia seluas 200 m2 yang bernuansa hijau dan motif etnik dihiasi dengan beragam poster ukuran besar beberapa obyek wisata andalan di seluruh Indonesia. Garuda Indonesia kantor Dubai membuka stand di belakang paviliun ini.
Sejumlah wartawan media cetak dan elektronik Indonesia, serta pemenang ketiga Putri Pariwisata Indonesia 2011 ikut dalam delegasi Indonesia pada ATM 2012.
(es/es)











































