Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terus melesat belum merata. Apalagi dengan potensi pendapatan per kapita per tahun orang-orang Indonesia yang akan terus naik, peluang kesenjangan bisa makin melebar.
"Kalau terjadi peningkatan per kapita, maka akan terjadi arus urbanisasi yang besar, maka tentu kita harus pikir rakyat kecil yang ada di desa," kata Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam acara diskusi soal strategi pembangunan bidang ekonomi dalam rangka penyusunan blueprint pembanguan nasional, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (2/5/2012)
Menurutnya, pemerintah harus terus memikirkan dan memperbaiki perkembangan infrastruktur di pedesaan. Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie mencoba membandingkan kondisi infrastruktur desa negara maju seperti Jerman dengan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical juga mengusulkan agar ada perubahan paradigma dalam menentukan arah pembangunan. Selama ini konsentrasi pembangunan diarahkan untuk sektor yang ada di darat, padahal Indonesia adalah negara kelautan.
"Indonesia adalah negara maritim bukan negara daratan. Apakah itu nanti konsep tourisme yang dikembangkan, maritim sebagai pertahanan dan keamanan, sekarang ini banyak subsidi untuk pertanian tapi untuk nelayan sangat kecil. Intinya pikiran yang saya tawarkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diimbangi dengan pemerataan," katanya. (hen/dnl)











































