PT Pos Bangun 2 Hotel Rp 75 Miliar di Bandung

PT Pos Bangun 2 Hotel Rp 75 Miliar di Bandung

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Jakarta -

Dalam mengembangkan bisnis usahanya, PT Pos Indonesia mengaku tengah mempersiapkan pembangunan proyek-proyek baru. Sebanyak 2 hotel di daerah Bandung akan dibangun dengan nilai sekitar Rp 75 miliar.

"Biaya diversifikasi besar sekali. Kita merencanakan membangun 2 hotel di Bandung saja sekitar Rp 75 miliar," ujar Direktur Utama Posindo I Ketut Mardjana usai acara BUMN Marketeers Club di Gedung Filatelli, Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Selain itu, Ketut menyatakan pihaknya juga ingin memperbaiki Gedung Fatahillah dan kantor pusat Pos Indonesia. Sekitar Rp 500 miliar dibutuhkan guna merombak gedung di kawasan Pasar Baru tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita bangun dan benahi Gedung Fatahillah menjadi musium dan galeri belum kita hitung harganya. Kalau di sini saja, gedung kantor pos di Gedung Kesenian Jakarta ini, kalau kita bongkar benar, bisa triliun, tetapi mungkin sekitar Rp 500 miliar untuk di sini saja. jadi kalau dibenahi maka akan besar anggarannya," jelasnya.

Untuk kebutuhan anggaran pengembangan logistik, Ketut menyatakan PT Pos akan menyediakan investasi sebesar Rp 100 miliar.

"Investasi untuk Logistik saat ini baru 50 miliar, jumlah ini masih belum memadai baru 25 persen. kita akan tambah lagi, mudah-mudahan tahun ini bisa tambah 50 miliar jadi 100 miliar.tahun depan akan kita kembangkan lain," jelasnya.

Saat ini, Ketut mengaku memiliki aset sekitar 2.200 titik yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan properti.

"Kami punya lebih 2.200 titik yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan untuk properti. Kantor pos di pedesaan itu ada yang 500 meter, ada yang kira-kira 1.000-5.000 meter ada, sangat variatif," ujarnya.

Ketut menyebutkan total aset dari PT Pos Indonesia Rp 5 triliun aktiva tetap. Target pendapatan sebesar Rp 3,4 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 182 miliar

"Paling besar mail dan parcel sekitar 54 persen kontribusinya. Jasa keuangan, sekitar 39%-40%, sisanya logistik dan lain-lain," pungkasnya.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads