Menteri BUMN Dahlan Iskan mengenang kepergian almarhumah mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Dahlan Iskan merasa 'senasib' dengan Endang karena menderita kanker.
Dahlan yang sempat menjenguk Endang sehari sebelum kepergiannya menyampaikan sebuah cerita.
"Beliau memang sudah koma sejak kemarin pagi, habis subuh. Anaknya yang di AS sudah tiba dan tadi malam ikut menunggu ibunya. Hari ini anaknya yang di Jenewa Swiss baru akan tiba pukul 14.00 sehingga keluarga mengira Bu Endang masih menunggu kedatangan anaknya itu," kata Dahlan seperti disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (2/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diceritakan Dahlan, dirinya memang divonis mengidap penyakit kanker hati sedangkan Endang sendiri kanker paru.
"Saya kanker hati beliau kanker paru. Saya berobat dengan cara transplan dan berhasil, beliau menggunakan berbagai upaya termasuk yang sudah paling modern," tutur Dahlan.
"Kanker parunya sendiri berhasil diobati sampai bersih namun karena kanker beliau sudah menyebar ke tulang, lebih sulit mengatasinya. Apalagi belakangan juga menyebar ke hati," tambah Dahlan.
Sosok Endang dimata Dahlan, merupakan wanita yang pekerja keras, bahkan kian keras kerjanya ketika tahu terkena kanker.
"Sebagai seorang peneliti yang tangguh beliau tahu ke mana akhirnya penyakitnya itu dan apa saja akibatnya. Karena itu beliau memilih memanfaatkan sisa hidupnya dengan mengabdi lebih serius," cerita Dahlan.
"Tadi malam keluarganya terus berdoa dan membaca Quran di samping tempat tidur beliau. Demikian juga suaminya. Sejak saya belum di PLN beliau setiap tahun minta saya memberikan pidato kesaksian di hari hepatitis," tutup Dahlan.
Seperti diketahui, enam hari setelah menyatakan mundur dari jabatannya, Menkes Endang tutup usia pada Rabu 2 Mei 2012 pukul 11.41 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Pengabdiannya ke rakyat saat menjadi menteri memang hanya 2,5 tahun. Tapi jauh sebelum menjadi menteri, ia sudah mengabdikan dirinya ke negeri ini yakni mulai saat menjadi dokter di daerah terpencil di Sikka NTT, menjadi ilmuwan dan peduli pada kesehatan masyarakat. (dru/dnl)










































