Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR, Kemal Azis Stamboel kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (4/5/2012).
"Agenda reformasi birokrasi di Indonesia masih stagnan dan pemborosan birokrasi juga masih sangat tinggi. Pembenahan birokrasi harus benar-benar menjadi fokus. Birokrasi masih belum memberikan pelayanan kepada publik secara prima," kata Kemal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kemal, revitalisasi reformasi birokrasi juga diharapkan mampu menjawab masalah korupsi dan pemborosan. Dikatakannya indikator indeks persepsi korupsi yang masih buruk menjadi tantangan yang serius.
Kemal menegaskan masalah ini harus dijawab dengan reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
"Dalam disain sistem remunerasi sekarang, juga belum sehat. Masih banyak honorarium dan tunjangan yang tidak jelas. Sehingga beban biaya gaji dan tunjangan setiap tahun semakin membengkak. Sehingga untuk Rp 1 rupiah program untuk masyarakat, kita harus membayar jumlah yang lebih besar untuk birokrasi. Ini sangat tidak sehat”, tambahnya.
(dru/ang)











































