Berhemat, Qantas Tunda Pengiriman Dua Airbus A380

Berhemat, Qantas Tunda Pengiriman Dua Airbus A380

Metta Pranata - detikFinance
Jumat, 04 Mei 2012 17:38 WIB
Berhemat, Qantas Tunda Pengiriman Dua Airbus A380
Jakarta - Maskapai penerbangan Australia, Qantas menunda pengiriman dua pesawat baru Airbus A380 dalam rangka penghematan belanja modal. Tadinya kedua pesawat tersebut akan diantar awal 2013.

“Kami memutuskan untuk menunda pengiriman dua pesawat A380 hingga 2016/2017. Sedangkan enam pesawat lainnya akan dikirim 2018/2019,” kata Qantas dalam pernyataan tertulisnya hari ini seperti dilansir dari CNBC (4/5/2012).

Hal ini merupakan pukulan berat kedua bagi Airbus. Awal tahun ini China juga menunda pengiriman 10 pesawat long-haul A330 dan membatalkan pesanan 45 pesawat Airbus lainnya akibat Emmision Trading Scheme (ETS) Uni Eropa. Pesanan itu terdiri dari 35 pesawat long-haul A330 dan 10 superjumbo A380.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produsen pesawat asal Eropa itu menanggung kerugian bernilai US$ 14 milyar akibat ETS Uni Eropa yang juga membuat India serta Amerika Serikat kesal. Rival Airbus, Boeing-lah yang menangguk keuntungan dari kejadian ini. Boeing berhasil menyalip Airbus dalam jumlah pengiriman pesawat di triwulan pertama 2012.

Namun seorang juru bicara Qantas mengatakan penundaan pengiriman kedua A380 itu tidak ada hubungannya dengan ETS. “Keputusan kami 100% demi pengurangan belanja modal. Kami jelas berpartisipasi dalam ETS Uni Eropa dan sudah tunduk penuh. Jadi tidak seperti maskapai penerbangan AS atau China, kami sama sekali tidak ada maksud untuk menentang ETS Uni Eropa,” katanya.

Hingga saat ini, Qantas memiliki 12 Airbus A380 dan 26 Boeing 747 yang melayani seluruh rute penerbangannya. Menurut juru bicara Qantas, mereka masih membina hubungan baik dengan kedua produsen dan sudah menyiapkan pesanan skala besar untuk A320, 737 dan Dreamliner.

Pada bulan Februari, Qantas mengumumkan akan menghemat belanja modalnya hingga AU$ 500 juta dalam dua tahun ke depan. Qantas juga mengumumkan akan mem-PHK 500 karyawannya setelah labanya di paruh tahun pertama merosot akibat tingginya biaya bahan bakar dan kondisi industri penerbangan yang masih belum kondusif.

Hari ini (4/5/2012), Qantas kembali mengumumkan penghematan tambahan sebesar AUD 400 juta. Kini total belanja modal Qantas menjadi AU$ 1.9 milyar. Qantas juga akan menambah rute domestik pada 2012 – 2013 yang dinilai lebih menguntungkan. Penerbangan di jam-jam sibuk pada rute bisnis pantai timur akan ditambah.

Airbus A330 dan Boeing 747 yang melayani penerbangan pantai timur – barat akan dikenalkan kembali ke publik. Jetstar juga akan meningkatkan kapasitasnya di segmen pasar berbeda. CEO Qantas Alan Joyce mengatakan, gol mereka adalah mempertahankan market share domestik di angka 65%.

Awal bulan ini Qantas mengatakan akan mem-PHK 400 karyawannya di pangkalan dekat bandara Melbourne dan 660 karyawan di pangkalan lain juga terancam. Beban maintenance yang berat sedang ditinjau ulang. Saat ini Qantas masih mengonsultasikan keadaannya dan keputusan final akan diumumkan pertengahan Mei.

(dru/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads