Masih Proses Persiapan, Proyek MRT Belum Sampai Tahap Konstruksi

Masih Proses Persiapan, Proyek MRT Belum Sampai Tahap Konstruksi

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Minggu, 06 Mei 2012 16:32 WIB
Masih Proses Persiapan, Proyek MRT Belum Sampai Tahap Konstruksi
Jakarta -

PT Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) selaku operator proyek MRT menegaskan, proyek MRT kini sudah masuk dalam tahap persiapan pembangunan.

Pengerjaan fisiknya masih harus menunggu terpilihnya kontraktor dan selesainya beberapa persiapan pembangunan oleh pihak pemda DKI Jakarta.

Kepala Biro Humas PT Mass Rapid Transit Jakarta, Manpala Rega Chandra Gupta Sitorus mengatakan, selama ini ada salah persepsi soal kondisi terbaru perkembangan proyek MRT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya Pencanangan Pekerjaan Persiapan Pembangunan MRT yang dilakukan pada 26 April lalu oleh Gubernur DKI, bukan lah sebagai pengerjaan fisik proyek atau konstruksi, melainkan dimulainya persiapan pengerjaan lapangan proyek MRT.

"Pencanangan tanggal 26 April kemarin menandakan dimulainya pekerjaan di lapangan untuk proyek MRT Jakarta Merupakan pekerjaan persiapan pembangunan. Nah, pekerjaan ini ada beberapa, pemindahan terminal, stadion, pelebaran jalan Fatmawati, pemindahan utilitas seperti pipa, kabel bawah tanah dan pembangunan kantor proyek," kata Gupta kepada detikFinance, Minggu (6/5/2012)

Menurutnya pekerjaan-pekerjaan tersebut dilakukan oleh dinas terkait Pemprov DKI Jakarta, jadi bukan oleh pihak MRT, kecuali pembangunan kantor proyek yang menjadi tanggung jawab pihak PT MRT Jakarta. Ia mencontohkan pengerjaan lapangan pemindahan utilitas menjadi tanggung jawab dinas PU DKI Jakarta.

"Nah target pekerjaan ini selesai sebelum konstruksi pembangunan dimulai," katanya

Pada 26 April 2012 dicanangkan Pencanangan Pekerjaan Persiapan Pembangunan MRT Jakarta, antara lain:

  • Pemindahan terminal lebak bulus
  • Pemindahan stadion lebak bulus
  • Pemindahan ultilitas
  • Pelebaran jalan Fatmawati
  • Pembangunan kantor proyek dan beberapa pekerjaan lainnya


Pengerjaan beberapa hal tadi ditargetkan selesai sebelum pembangunan MRT dimulai pada akhir 2012 atau awal 2013.

"Target tanda tangan kontrak dengan kontraktor medio Oktober-November (2012)," katanya.

Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih ± 110,8 Km, meliputi dua koridor utama, yaitu:

Koridor Utara-Selatan

Koridor ini terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23, 8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih ± 87 km. Koridor ini dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Koridor Timur-Barat

Koridor ini masih dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027

Total nilai proyek adalah sekitar 144 Miliar Yen dengan besar pinjaman sekitar 120 Milyar Yen dan selebihnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta (APBD) DKI Jakarta.

Biaya proyek akan ditanggung bersama antara Pemerintah Pusat (42%) dan Pemerintah Daerah (58%). Dana kemudian akan disalurkan kepada PT MRT Jakarta melalui DKI Jakarta sebagai pelaksana dan operator proyek.

(hen/wep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads