Pemerintah Tetapkan Pertumbuhan Ekonomi 2005 5,4%
Jumat, 13 Agu 2004 14:57 WIB
Jakarta -
Pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2005 sebesar 5,4 persen. Angka pertumbuhan ini akan dimuat dalam nota keuangan yang akan disampaikan Presiden Megawati di hadapan sidang paripurna DPR, 16 Agustus mendatang.Demikian dikemukakan Menteri Keuangan (Menkeu) Boediono saat ditemui di gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Jumat (13/8/2004).Menyangkut defisit anggaran, Boediono menjelaskan, diharapkan lebih rendah dari tahun 2004 yang sebesar 1,2 persen. Menurut dia, tahun depan, defisit anggaran akan diturunkan secara bertahap hingga kisaran 0,8 persen.Sementara itu, terkait harga minyak pada tahun 2005, tetap akan dipatok di kisaran US$ 24 per barel. "Itu yang terbaik dari sisi kehati-hatian, jadi kita bersifat konservatif," tutur mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tersebut.Boediono juga menjelaskan, angka asumsi dasar yang dicantumkan dalam nota keuangan tersebut tidak akan jauh bebeda dengan hasil kesepakatan pembahasan dengan Panitia Anggaran DPR. Meski demikian, lanjut dia, pemerintah baru nantinya tetap berhak untuk melakukan revisi yang disesuaikan dengan situasi ekonomi, sosial dan politik mendatang, termasuk untuk harga minyak."Kalau harga BBM, dari sisi ekonomis memang terlalu jauh antara harga dalam negeri dengan luar negeri. Tapi kita tidak bisa katakan harus begini dan begitu," imbuhnya.Menyangkut perekonomian Indonesia tahun depan, Boediono menegaskan, ekonomi akan tumbuh seperti yang diharapkan, terutama jika dinamika internal yang terkait pelaksanaan pemilu dan transisi pemerintahan berjalan dengan baik.Hal itu, menurut dia, akan bisa mengkompensasi situasi global yang dalam perkiraan banyak orang akan mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi. Boediono juga berharap investasi tahun depan sudah pulih.
(ani/)










































