Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2012 mencapai 6,3% (yoy). Sementara jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 mencapai 1,4%.
Kepala BPS Suryamin mengatakan pertumbuhan ekonomi Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp 632,8 triliun. Sementara menurut Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) adalah Rp 1.972,4 triliun.
"Pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha pada triwulan I-2012 tertinggi adalah sektor industri pengolahan. Kalau menurut lapangan usaha, pada triwulan I-2012 dibanding triwulan sebelumnya pertumbuhan ekonomi terjadi di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,9%," tutur Suryamin dalam jumpa pers di kantor BPS, Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Senin (7/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,3%, sektor perdagangan, hotel dan restoran 8,5%. Sektor konstruksi tumbuh 7,3%," katanya.
Sektor pengangkutan yang tumbuh tinggi adalah angkutan udara. Sedangkan untuk komunikasi adalah penggunaan internet, karena ada perubahan dari penggunaan SMS ke jaringan internet.
Dikatakan Suryamin, sepanjang triwulan I-2012 sektor konstruksi tumbuh cepat karena pemerintah berupaya mempercepat belanja barang-barang modal.
Komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi 6,3% ini adalah konsumsi rumah tangga 4,9%, pemerintah 5,9%, investasi 9,9%, ekspor 7,8%, dan impor 8,2%.
(dnl/hen)










































