Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merilis berbagai modus yang dilakukan ormas untuk memeras para pengusaha di Indonesia.
"Saya mau mengungkapkan ada satu fenomena baru yang sepertinya sangat memberatkan yaitu adanya organisasi masyarakat, ormas-ormas itu yang cukup banyak, menjamur di hampir pelosok tanah air dan itu menjadi beban sendiri bagi pengusaha," ungkap Anggota LP3E Kadin Indonesia, Suharyadi kepada detikFinace di Menara Kadin Indonesia, Selasa (8/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama pengusaha real estate ya, itu kalau membangun real estate baru, wah itu ormas-ormas itu sudah langsung mencari celah-celah untuk mencari uang dan itu tidak bisa untuk dihindari. Ternyata pemerintah kita tidak bisa untuk mengatasi itu," sambungnya.
Selain ormas, ternyata peraturan daerah yang dikeluarkan oleh pemeritahan daerah baik tingkat Kabupatan, Kota dan Propinsi juga menjadi beban tersendiri bagi para pengusaha.
Kali ini diungkapkan oleh Anggota LP3E Kadin Indonesia, Ina Primiana. Ina mengaskan keberadaan Perda yang begitu banyak menjadi beban tersendiri bagi pengusaha yang menimbulkan biaya yang tinggi.
"Itu menciptakan biaya ekonomi tinggi, di otonomi daerah masing-masing memiliki target PAD (Pendapatan Asli daerah). Nah dari target PAD itu sendiri, mereka menciptakan perda-perda. Nah perda itu menjadi beban bagi pengusaha. Selama rantai pasokan itu, ketika orang mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain, ini lewat beberapa daerah. Itu resmi tapi menjadi beban," tambahnya.
(hen/dru)











































