"Pemerintah Indonesia senantiasa membuka peluang bisnis dan investasi di Indonesia bagi para pelaku bisnis India," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami saat menerima kunjungan para delegasi bisnis India di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, (8/5/12).
Misi dagang yang dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk India, Andi M. Ghalib ini meliputi beberapa sektor bisnis penting di Indonesia seperti pertambangan, industri film, pertambangan, infrastruktur, energi listrik, perangkat lunak, telekomunikasi, dan furnitur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini Indonesia dan India sebagai emerging market memiliki peranan penting dalam perekonomian dunia. Keduanya juga berpengaruh dalam forum internasional seperti G-20," tuturnya.
Perusahaan India yang berpartisipasi dalam misi dagang kali ini antara lain Srei Infrastructure Finance Ltd., Mokul Group of Companies, SATFA Logistic, Monnet Ispat & Energy Limited, Saru Diamonds Pvt Ltd., Rohit Ferro, Emmsons International Ltd., Shri Lal Mahal Group Company, Renuka Ventures International, KJK Group, Asuka Mining & Export, Seaindia Freight System, Rajasree Motors, APTECH Worldwide, Ascenders Technologies, Kross Infotel, Ishan Internasional, Ajinomoto, Sunloc Foods, Advt Films Company dan Nadiadwala Grandson.
Sementara itu, terdapat 26 perusahaan Indonesia yang juga hadir dalam acara pertemuan kontak dagang dengan delegasi bisnis India, beberapa diantaranya PT Bonecom Servistama Compindo, Niramas Utama, Prima Persada Nusantara, Indo Jati Furniture, Kobe Alina Food, PT Sinar Sosro, PT Sinar Mas, PT Astra Agro Lestari, PT Jayakarta Nusatama, PT Eastern Union, PT Bima Saka Furniture, dan PT ISM
Bogasaro Flour Mills.
(zul/dnl)











































