Perangkat 'Anti Petir' Sinyal Kereta Api Jadi Korban Maling

Perangkat 'Anti Petir' Sinyal Kereta Api Jadi Korban Maling

- detikFinance
Rabu, 09 Mei 2012 07:56 WIB
Perangkat Anti Petir Sinyal Kereta Api Jadi Korban Maling
Jakarta - Sinyal kereta api menjadi alat vital dan rentan tersambar petir. Jika alat ini rusak, maka jadwal kereta api bisa berantakan. Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan perangkat 'anti petir' sistem persinyalan kereta api sering jadi korban pencurian.

Hal ini disampaikan oleh Vice President Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik PT KA, Ira Nevasa seperti dikutip detikFinance, Rabu (9/5/2012).

"Sepanjang 2011 sampai saat ini sudah terjadi 49 kali pencurian material sistem proteksi petir seperti tembaga, arrester dan lain sebagainya karena row jalur KA tidak steril sehingga sulit pengawasan mencegah pencurian ini, meskipun undang-undang menyatakan bahwa jalur KA bukan area publik," tutur Ira.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gangguan sinyal kereta api pekan lalu mengacaukan jadwal KRL Bogor-Jakarta. Akibatnya, seratusan penumpang masih menumpuk di sejumlah stasiun sepanjang jalur dari Bogor arah Jakarta.

Diakui Ira, Sistem persinyalan kereta api di Indonesia saat ini ternyata sudah uzur alias tua. Makanya tak jarang sering rusak dan mengalami gangguan, contohnya adalah yang terjadi pada jalur KRL Jakarta-Bogor. Belum lagi jika banyak petir menyambar.

"Wilayah antara Depok-Bogor merupakan wilayah yang memiliki hari guruh tertinggi di Indonesia. Di sekitar Sawangan ada daerah yang diberi nama Cipetir dan pernah tercatat di buku Guiness Book of Records sebagai tempat di dunia yang pada suatu hari tertentu paling banyak dikunjungi petir," jelasnya.

"Sistem sinyal yang terpasang berasal dari Eropa, sudah berusia sekitar 20 tahun dan merupakan perangkat elektronik yang sangat sensitif terhadap serangan atau imbas petir," kata Ira.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads