Hal ini disampaikan oleh Vice President Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik PT KA, Ira Nevasa seperti dikutip detikFinance, Rabu (9/5/2012).
"Sepanjang 2011 sampai saat ini sudah terjadi 49 kali pencurian material sistem proteksi petir seperti tembaga, arrester dan lain sebagainya karena row jalur KA tidak steril sehingga sulit pengawasan mencegah pencurian ini, meskipun undang-undang menyatakan bahwa jalur KA bukan area publik," tutur Ira.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Ira, Sistem persinyalan kereta api di Indonesia saat ini ternyata sudah uzur alias tua. Makanya tak jarang sering rusak dan mengalami gangguan, contohnya adalah yang terjadi pada jalur KRL Jakarta-Bogor. Belum lagi jika banyak petir menyambar.
"Wilayah antara Depok-Bogor merupakan wilayah yang memiliki hari guruh tertinggi di Indonesia. Di sekitar Sawangan ada daerah yang diberi nama Cipetir dan pernah tercatat di buku Guiness Book of Records sebagai tempat di dunia yang pada suatu hari tertentu paling banyak dikunjungi petir," jelasnya.
"Sistem sinyal yang terpasang berasal dari Eropa, sudah berusia sekitar 20 tahun dan merupakan perangkat elektronik yang sangat sensitif terhadap serangan atau imbas petir," kata Ira.
(dnl/ang)











































