"Kalau mau penghematan yang signifikan, perlu dilakukan penyisiran terhadap semua pos belanja terutama yang terkait proyek maupun pengadaan," ujarnya kepada detikFinance, Rabu (9/5/2012).
Menurut Drajad, pada pos-pos ini banyak anggaran yang tidak sepatutnya dikeluarkan karena adanya permainan dalam pengadaan barang dan jasa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Drajad menyatakan dirinya telah menyuarakan adanya "Reformasi Belanja Negara yang Radikal" sejak tahun 2007.
"Karena dengan jumlah uang yang sama, orang Singapura bisa membangun jalan yang jauh sekali lebih baik dari kita. Lebih baik ini dalam arti lebih panjang, lebih lebar dan lebih tahan lama. Belum lg pengadaan barang-barang seperti alat kesehatan dan alat pendidikan yang kemudian menganggur, meski sudah kemahalan," paparnya.
Dengan melakukan penyisiran terhadap anggaran tersebut, maka banyak potensi penghematan yang dapat dihasilkan.
"Jadi banyak sekali potensi penghematan. Tapi memang harus ada yang teliti menyisir pos-pos tersebut satu per satu," tandas Drajad.
(nia/ang)











































