Pengadaan Barang Pemerintah Boros, Pangkas Secara Radikal

Pengadaan Barang Pemerintah Boros, Pangkas Secara Radikal

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 09 Mei 2012 08:22 WIB
Pengadaan Barang Pemerintah Boros, Pangkas Secara Radikal
Jakarta - Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai penghematan anggaran melalui pengetatan anggaran belanja dinas tidak akan memberikan dampak yang siginifikan. Menurutnya, penghematan paling besar dapat dilakukan dengan pengetatan anggaran pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Kalau mau penghematan yang signifikan, perlu dilakukan penyisiran terhadap semua pos belanja terutama yang terkait proyek maupun pengadaan," ujarnya kepada detikFinance, Rabu (9/5/2012).

Menurut Drajad, pada pos-pos ini banyak anggaran yang tidak sepatutnya dikeluarkan karena adanya permainan dalam pengadaan barang dan jasa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pos-pos ini hampir semuanya boros, karena itemnya dibanyak-banyakkan dan atau harganya dimahal-mahalkan. Itu terkait dengan korupsi anggaran, mulai dari tahap perencanaan di kementerian atau lembaga teknis, pembahasan di pemerintah, pembahasan di DPR hingga ke eksekusi anggaran dan auditnya. Korupsinya di semua lini," ungkapnya.

Untuk itu, Drajad menyatakan dirinya telah menyuarakan adanya "Reformasi Belanja Negara yang Radikal" sejak tahun 2007.

"Karena dengan jumlah uang yang sama, orang Singapura bisa membangun jalan yang jauh sekali lebih baik dari kita. Lebih baik ini dalam arti lebih panjang, lebih lebar dan lebih tahan lama. Belum lg pengadaan barang-barang seperti alat kesehatan dan alat pendidikan yang kemudian menganggur, meski sudah kemahalan," paparnya.

Dengan melakukan penyisiran terhadap anggaran tersebut, maka banyak potensi penghematan yang dapat dihasilkan.

"Jadi banyak sekali potensi penghematan. Tapi memang harus ada yang teliti menyisir pos-pos tersebut satu per satu," tandas Drajad.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads