UI, ITB & UGM Tak Ingin Kasus Monorel Terulang di Jembatan Selat Sunda

UI, ITB & UGM Tak Ingin Kasus Monorel Terulang di Jembatan Selat Sunda

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 09 Mei 2012 13:55 WIB
UI, ITB & UGM Tak Ingin Kasus Monorel Terulang di Jembatan Selat Sunda
Jakarta - Pembangunan mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) senilai Rp 100 triliun lebih akan dibiayai 100% oleh pihak swasta. Apa tanggapan kalangan akademisi terkait rencana pembangunan proyek tersebut.

Menurut Anggota Tripartit (UI, UGM dan ITB) yang juga dosen Fakultas Teknik UI, Tri Cahyono menjelaskan jika proses pembangunan JSS ini melibatkan pihak swasta, dari dalam maupun luar negeri, maka sebaiknya harus melalui mekanisme good governance dan transparansi.

"Justru itu yang kita perlu lihat selama ditender, kalau tendernya itu benar atau good governance itu benar dan transparan itu nggak ada masalah yang jadi masalah kalau ada penunjukan langsung. Jangan terulang kasusnya monorel," ungkapnya ketika ditemui detikFinance disela acara diskusi pembangunan JSS di Kampus UI, Depok, Rabu (9/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada proyek JSS, pemerintah tidak akan mengeluarkan anggaran dari APBN untuk membiayai mega proyek tersebut, sepenuhnya pembiayaan pembangunan akan diserahkan kepada pihak swasta. Tri menilai jika swasta terlibat secara total dalam pembiayaan dan pengerjaan JSS ini, harus ada aturan main yang jelas tentang keterlibatan pihak swasta.

"Kalau keterlibatan swasta kita nggak ngatur dengan benar, swasta pasti melihat aturan itu sebagai sebuah kesempatan kalau dilihat baik dan tidak baiknya, itu di sisi pemerintah lebih besar daripada di sisi swasta, mampu nggak dia (pemerintah) membuat aturan yang merangsang swasta untuk ikut tapi di satu pihak tidak menjadikan swasta bermain dengan aturan," sambungnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads