Pada rapat di Kementerian BUMN, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengundang direksi PT KAI, Ahli Persinyalan, Ahli Petir, dan Kontraktor untuk mencari solusi agar persoalan persinyalan bisa diatasi.
"Urusan kereta api mogok, kereta apinya terganggu, itu hari ini harus diselesaikan jadi tidak boleh urusan hari ini menunggu blue print 3 tahun lagi itu nggak boleh, sehingga apa yang bisa dilakukan misalnya penemuan-penemuan apakah kabelnya taruh di atas supaya jangan dicuri orang kemudian harus ditananm 20 m grounding-nya apakah profesor zoro (ahli petir) itu banyak memberikan jalan keluar, itu langsung bisa dilakukan," ungkap Dahlan kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jumat (11/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya Kereta Api kebanyakan karyawan, tugasi salah satu karyawan yang setengah nganggur atau yang nakal-nakal untuk jaga arester (tempat persinyalan)," tambahnya.
Pada acara diskusi tersebut, PT KAI merilis 3 gangguan operasional terbanyak yang menjadi penyebab terganggunya KRL Jabodetabek:
- Sinyal (wesel dan track sircuit)
- Sarana (KRL mogok karena mesin rusak, pantograf)
- Jalan rel (terendam air)
Dahlan juga menegaskan agar PT KAI fokus untuk menyelesaikan persoalan persinyalan terlebih dahulu, baru kemudian menyelesaikan masalah lainnya.
"Karena penyebab utamanya itu gangguan sinyal. Kita perangi dulu penyebab yang nomer 1," tutupnya.
(feb/hen)











































