Ini Dia 3 Gangguan Utama KRL Jabodetabek

Ini Dia 3 Gangguan Utama KRL Jabodetabek

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 11 Mei 2012 22:55 WIB
Ini Dia 3 Gangguan Utama KRL Jabodetabek
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan memanggil Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), para ahli persinyalan, dan ahli petir untuk menyelesaikan masalah gangguan operasional KRL di Jabodetabek. Apa saja?

Dalam diskusi tersebut, KAI menyatakan ada tiga gangguan operasional yang seringkali menjadi pada KRL di Jabodetabek, yaitu:

  1. Sinyal
  2. Sarana (KRL mogok karena mesin rusak, pantograf)
  3. Jalan rel (rel patah atau terendam air)
Dahlan menegaskan agar KAI fokus untuk menyelesaikan persoalan persinyalan terlebih dahulu, baru kemudian menyelesaikan masalah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena penyebab utamanya itu gangguan sinyal. Kita perangi dulu penyebab yang nomor 1," kata Dahlan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/5/2012).

Di tempat yang sama, Vice President Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik KAI, Ira Nevasa melaporkan selama 2011 gangguan operasional akibat petir mencapai 6,5% yang mempengaruhi jadwal keterlambatan di daerah operasi (Daop) I Jakarta rute Manggarai-Bogor.

Gangguan petir disebabkan intensitas dan frekuensi yang sangat tinggi karena cuaca musim hujan. Karena itu perlu ditambah proteksi peralatan elektronik yang tersebar di lintas (petak jalan). Belum lagi permasalahan kabel grounding yang banyak dicuri.

"Gangguan petir kacaukan sinyal jadi sering ada keterlambatan setiap hari bila intensitas hujan yang besar," kata Ira.

Dia menguraikan, saat ini sistem persinyalan melayani 1.190 perjalanan kereta api per hari di sistem jaringan dengan panjang 4.960 kilometer di Jawa dan Sumatera.

Pihaknya sudah merespons dengan mengharuskan 529 stasiun dilengkapi sistem persinyalan. Rinciannya, persinyalan mekanik (5 jenis) sebanyak 316 stasiun serta persinyalan listrik (10 jenis) yang ada 213 stasiun. "Komposisinya 60 persen untuk persinyalan mekanik. Sisanya untuk persinyalan listrik," jelasnya.

Untuk menindaklanjuti hal ini, perseroan juga sudah melakukan beberapa hal seperti revitalisasi sistem proteksi khusus lintas Manggarai-Bogor. "Kita juga sudah mengganti beberapa kabel power, data link serta remote stasiun yang rusak," sebutnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads