Merpati: 68 Pilot Mogok Karena Takut Dirut Diganti

Merpati: 68 Pilot Mogok Karena Takut Dirut Diganti

Herdaru Purnomo - detikFinance
Minggu, 13 Mei 2012 12:38 WIB
Merpati: 68 Pilot Mogok Karena Takut Dirut Diganti
Jakarta - PT Merpati Airlines (Persero) (Merpati) telah mengetahui keinginan 68 pilot yang berencana mogok terbang mulai Senin (14/5/2012). Hal tersebut ternyata dikarenakan adanya ketakutan dari para pilot terkait rencana perombakan direksi oleh Kementerian BUMN.

"Saya sudah mengetahui dan memang saat ini saya sedang bersama para pilot. Kita melihat duduk perkaranya terlebih dahulu," ungkap Sekretaris Perusahaan Merpati Nusantara Airlines Imam Turidi kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (13/5/2012).

Dikatakan Imam, para pilot yang berencana mogok ini dikarenakan adanya panggilan atau undangan bagi Merpati untuk menghadiri pergantian direksi yang dilakukan Kementerian BUMN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada undangan dari pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN hari Senin jam 9. Nah ada ketakutan atau para pilot langsung berpolemik adanya pergantian Direktur Utama yakni Captain Sardjono Jhonny," ungkap Imam.

Hal ini, lanjut Imam memicu adanya konflik dari para pilot. Para pilot tidak ingin Direktur Utamanya sebagai nahkoda Merpati digantikan.

"Oleh karena itu sementara kami menerima aspirasi dari para pilot terlebih dahulu," jelasnya.

Lebih jauh Imam menyampaikan, Direktur Utama Merpati telah memberikan arahan kepada para pilot tersebut. Dimana, aksi mogok yang direncanakan akan dilakukan diharapkan agar tidak mengganggu operasional Merpati.

"Para pilot ini sesuai kata Pak Dirut tidak menghendaki adanya upaya kontraproduktif seperti mogok. Pak Jhonny mengkhawatirkan isu mogok dapat merugikan operasional perusahaan terutama bagi para penumpang," tutup Imam.

Seperti diketahui, isu pergantian Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airline, Captain Sardjono Jhonny, menuai polemik. Sebanyak 68 pilot maskapai itu sepakat menolak dan berencana mogok terbang mulai Senin (14/5) besok.

"Ada 68 orang pilot yang telah mendatangani agar Captain Sardjono Jhony tidak diganti. Sore tadi (12/4) juga kami terima dari pilot-pilot Merpati yang bertugas di Papua, kalau captain Jhonny diberhentikan, maka mereka akan mogok kerja," Ujar Captain Hendra Yusak, di Kantor Pusat Merpati, Jalan Angkasa B15 Kav 2-3 Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2012).

Menurutnya, telah berkembang di lapangan bahwa tanggal 14 Mei 2012 besok akan ada pergantian Direktur Utama Merpati. Kemudian para penerbang di internal Merpati, mempertanyakan kenapa harus diganti di saat kinerja Dirut sedang baik.

"Kenapa harus diganti? Berarti ada yang punya kepentingan di sini, kalau enggak punya kepentingan enggak mungkin. Ini (kinerja Captain Sardjono Jhony) bagus kok, kenapa diganti?" tanya Hendra.

Sementara itu, Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widiatin belum bisa dikonfirmasi detikFinance. Telepon dan pesan singkat yang dikirimkan belum dibalas olehnya.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads