Apa alasan dibalik lengsernya Dirut Merpati tersebut?
Pada awalnya Jhonny berniat mengembangkan bisnis Merpati melalui pembelian pesawat jet asal China berpenumpang 100. Jhonny melihat tren perkembangan industri penerbangan tanah air dimana landasan pacu dengan panjang 1.400 meter akan terus diperluas yang berdampak tertekannya pasar pesawat dengan kursi dibawah 50 atau 20 unit, maka perseroan akan lebih fokus di segmen Sub 100 seater.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirut Merpati, sambung sumber tersebut berencana untuk membeli 40 pesawat jet jenis ARJ 21-700 keluaran Comac yang memang berkapasitas dibawah 100 tempat duduk. Adapun nilainya senilai US$ 1,2 miliar.
"Dirut Merpati melihat persaingan Garuda, Sriwijaya hingga Lion yang memang fokus juga ke pesawat dengan kapasitas dibawah 100 tempat duduk. Namun hal ini justru tidak didukung oleh jajaran Komisaris dan Pejabat Kementerian BUMN," jelas sumber ini.
Menurutnya, Kementerian BUMN dan Komisaris beserta beberapa Direksi merasa Dirut Merpati ini bekerja sendiri tanpa meminta pendapat-pendapatnya.
"Akibatnya Dirut Merpati merasa bergerak sendiri dan melangkahi atasan-atasannya. Hal ini membuat kekecewaan para atasan tersebut dan menyebabkan merebaknya isu Dirut Merpati yang akan digantikan," tegas sumber tersebut.
Memang berdasarkan catatan detikFinance, banyak maskapai mulai melirik pesawat dibawah 100 seater. Termasuk Kartika Airlines dan Sky Aviation yang berniat membeli Sukhoi SSJ 100 yang naas tersebut.
Merpati sendiri membeli 40 pesawat ARJ milik yang mulai datang pada 2013 sebanyak empat unit, sisanya akan datang bertahap hingga 2017.Pada 2017, Merpati akan memiliki 75 unit pesawat. Pada saat ini Merpati. memiliki 35 pesawat, dan 25 diantaranya yang beroperasi.
Seperti diberitakan sebelumnya,isu pergantian Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airline, Captain Sardjono Jhonny, menuai polemik. Sebanyak 68 pilot maskapai itu sepakat menolak dan berencana mogok terbang mulai Senin (14/5) besok.
"Ada 68 orang pilot yang telah mendatangani agar Captain Sardjono Jhony tidak diganti. Sore tadi (12/4) juga kami terima dari pilot-pilot Merpati yang bertugas di Papua, kalau captain Jhonny diberhentikan, maka mereka akan mogok kerja," Ujar Captain Hendra Yusak, di Kantor Pusat Merpati, Jalan Angkasa B15 Kav 2-3 Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2012).
Hingga saat ini detikFinance tidak bisa mendapatkan klarifikasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Deputi Menteri BUMN Sumaryanto Widiatin yang langsung menaungi maskapai Merpati.
(dru/feb)











































