Para karyawan dan pilot Merpati mendapat kabar pada tanggal 14 Mei 2012, Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Kapten Sardjono Jhonny akan dipanggil Kementerian BUMN untuk diberhentikan tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut dinilai arogan oleh sejumlah pilot yang menamakan dirinya Komite Solidaritas Penerbang Merpati Nusantara Airlines.
"Ini adalah tindakan yang arogan oleh Kementerian BUMN melalui Deputi Meneg BUMN Sumaryanto yang secara gegabah tanpa alasan jelas dan terlihat subyektif untuk mengganti Direktur Utama Merpati," kata Koordinator Pilot yang akan mogok, Hendra Jusak J, di kantornya Gedung Pusat Basarnas lantai M2, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu sebelum Pak Sardjono masuk kondisi keuangan terseok-seok. Gaji kita sering dibayar 50 persen di akhir bulan, dan 50 persen lagi diawal bulan," papar Hendra.
Oleh karena itu Hendra dan teman-temannya berencana untuk melakukan aksi mogok menolak pergantian. "Sudah ada 68 pilot yang bergabung dengan kami, termasuk pilot asing. Jadi mulai besok, kami mohon maaf tidak bisa melayani masyarakat dulu," imbuhnya.
Sebelumnya sumber detikFinance mengungkapkan Dirut Merpati lengser karena berselisih paham dengan pejabat Kementerian BUMN dan Komisaris Merpati. Hingga saat ini belum ada komentar resmi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Deputi Menteri BUMN Sumaryanto Widiatin yang langsung menaungi Merpati.
(/)










































