Namun menurut Asisten Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Infrasturktur dan Logistik I, Timbul Tambunan mengatakan, pergantian Dirut Merpati dikarenakan atas permintaan Dirut Merpati Jhony sendiri.
“Alasannya (alasan pergantian) sudah jelas, bulan April beliau (Jhony) mengajukan pengunduran diri sebagai Dirut Merapti, tidakan itu sudah dilaksanakan,” kata Timbul usai pelantikan Dirut Merpati di Kementerian BUMN, Senin (14/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kan banyak yang bagus di Merpati, apalagi dari ekuitas (modal) Rp 3 triliun, tetapi hampir rugi Rp 250 miliar, ini jangan sampai kinerjanya (Merpati) terus menurun,” ujarnya.
Sebelumnya, menurut Direktur Utama Merpati yang baru, Rudy Setyopurnomo mengungkapkan, pergantian Direktur Utama ini disebabkan karena kinerja Merpati terus mengalami penurunan dan kerugian.
Sardjono Jhony Tjitrokusumo sendiri telah mengungkapkan kekecewaannya ketika dicopot dari posisinya oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jhony mengaku tidak tahu alasan pemerintah melengserkan dirinya dari orang nomor satu di Merpati.
"Saya menyesali kalau tongkat estafet jatuh ke tangan yang salah. Dan saya kecewa jika yang dijadikan alasan Kementerian BUMN adalah bahwa saya mengundurkan diri atau performance Merpati yang tak kunjung membaik," tutur Jhony ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (14/5/2012).
Johny mengkau pernah berniat mengundurkan diri pada 30 Januari 2012. Apa alasannya? "Reason-nya adalah tidak diperkenankannya saya memasukkan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 200 miliar kedalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012. Itu alasannya," kata Jhony.
Namun, Jhony mengatakan, pada bulan Februari 2012 seluruh karyawan Merpati dikumpulkan di Gedung Bank Mandiri. "Di mana di sana Pak Dahlan Iskan menolak pengunduran diri saya sebagai Dirut. Ini secara tegas menyatakan pengunduruan diri saya ditolak dan gugur, akhirnya saya terus bekerja," ungkap Jhony.
(rrd/dru)










































