Hemat Rp 930 Miliar, Qantas Siap PHK 1.250 Karyawan Bulan Ini

Hemat Rp 930 Miliar, Qantas Siap PHK 1.250 Karyawan Bulan Ini

Metta Pranata - detikFinance
Senin, 14 Mei 2012 12:45 WIB
Sydney - Serikat insinyur pemeliharan pesawat Qantas ketar-ketir karena ada sekitar 1.250 orang akan di-PHK dalam pengumuman restrukturisasi minggu ini. Seorang juru bicara Qantas mengkonfirmasi bahwa pengumuman restrukturisasi karyawan di pertengahan bulan ini sudah sesuai jadwal.

Qantas diperkirakan bisa menghemat AUD 70-100 juta (Rp 651-930 miliar) setahun melalui rasionalisasi tiga markas pemeliharaan berat dan memperkenalkan praktek pemeliharaan yang dirampingkan.

Dalam sebuah gerakan 11 jam, serikat insinyur telah meminta regulator keselamatan penerbangan untuk mengintervensi langsung atas perubahan pemeliharaan yang direncanakan Qantas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asosiasi Insinyur Penerbangan Australia Berlisensi menulis kepada Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Rabu lalu bahwa Qantas tidak mengikuti prosedur keselamatan manajemennya sendiri dalam merumuskan perubahan yang dimaksud.

"Mereka membuat sebuah keputusan insinyur berbasis keamanan berdasarkan petunjuk dari jajaran direksi untuk menghemat. Keamanan dinomorduakan,' kata sekretaris federal serikat, Steve Purvinas pada BusinessDay seperti dikutip oleh Sydney Morning Herald (14/5/2012).

Lebih lanjut, Purvinas mengatakan hal ini merupakan pelanggaran dalam setiap bagian dari manajemen keselamatan Qantas sendiri dan melanggar peraturan CASA.

Juru bicara CASA mengatakan, pihaknya akan meninjau masalah yang diangkat dalam surat serikat insinyur Qantas tersebut. "CASA selalu menanggapi serius setiap masalah yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan," kata Gibson.

Qantas menepis kekhawatiran serikat tersebut sebagai semantik untuk mencoba menghentikan keputusan bisnis penting demi masa depan Qantas yang terjamin dan berkelanjutan.

"Qantas telah dan akan mematuhi keamanan dan persyaratan peraturan sepenuhnya. Tidak ada peraturan atau kebijakan internal Qantas yang mengharuskan kami berdiskusi dengan serikat sebelum mengeluarkan keputusan. Demikian juga serikat tidak punya kekuatan veto atas keputusan bisnis Qantas."

Qantas mengatakan pada BusinessDay, salah jika menyimpulkan 1.000 insinyur dengan gaji tahunan AUD 100.000 (Rp 930 juta) harus pergi jika hanya untuk menghemat AUD 100 juta per tahunnya karena ada ukuran lain yang termasuk dalam target penghematan.

Purvinas takut, jumlah karyawan yang di-PHK mungkin lebih banyak lagi. "Mereka pernah bicara pada kami tentang kisaran jumlah yang akan di-PHK adalah 750-1250 orang. Bagi kami, bukan rahasia lagi karena itulah yang mereka beritahukan ke kami."

Dua dari markas pemeliharaan pesawat berada di Victoria, yaitu bandara Melbourne dan Avalon yang masing-masing mempekerjakan 660 dan 400 karyawan. Satu markas lagi ada di Brisbane dan mempekerjakan 400 karyawan.

Pemerintah Bailieu telah mencoba meyakinkan Qantas untuk tetap membuka markasnya di Victoria dan bersedia untuk meneliti berbagai bentuk bantuan pemerintah. Qantas juga sudah memberitahu investor bahwa penghematan pemeliharaan dan teknis akan mulai berjalan beberapa bulan setelah tahun keuangan baru dimulai.

Purvinas memperkirakan, Qantas tidak mungkin langsung mem-PHK 1000 orang sekaligus. Tapi proses PHK akan tetap berjalan sesuai dengan jumlah yang Qantas targetkan.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads