Mantan Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo atau akrab disapa Captain Jhony mengungkapkan beberapa alasannya.
"Merpati termasuk yang ditawarkan SSJ 100. Dan ada juga beberapa pesawat lain seperti Embraer, COMAC, Mitshubisi juga," ungkap Jhony saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (15/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembiayaan dari bank yang bekerjasama dengan Sukhoi hanya memberikan 85% dari total harga. Selebihnya ya dari dana sendiri," tutur Jhony.
"Selain itu bunganya juga bunga komersil. Jadi agak memberatkan," jelasnya lagi.
Jhony juga mengatakan ada hal lagi yang tidak bisa membuat dirinya puas untuk membeli Sukhoi, yakni karena layanan purna jualnya.
Layanan purna jual adalah jasa yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumennya setelah transaksi penjualan dilakukan sebagai jaminan mutu untuk produk yang ditawarkannya
"Nah, purna jualnya kurang memuaskan," terang Jhony.
Karena alasan itulah, akhirnya Jhony memutuskan untuk menerima tawaran COMAC, China dengan ARJ 21-700 nya. Dimana syarat dan bunga mudah dan menarik.
"Pembiayaannya bisa 100% dan bunganya hanya 2,5%. Kan ringan," kata Jhony.
Selain itu, sambung Jhony jika melihat pabriknya Sukhoi di Rusia ternyata kurang meyakinkan dibanding dengan pabrik COMAC.
"Pabrik Rusia itu kan sepertinya gimana gitu, tak terawat. Nah di China melalui COMAC itu pabriknya bagus sekali sampai hanggarnya luas," tutur Jhony.
Jhony sendiri telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan COMAC untuk pembelian pesawat ARJ 21-700. MoU tersebut telah dilakukan Merpati yang akan membeli 40 pesawat ARJ yang mulai datang pada 2013 sebanyak empat unit, sisanya akan datang bertahap hingga 2017.
Pada 2017, rencananya Merpati akan memiliki 75 unit pesawat. Pada saat ini Merpati. memiliki 35 pesawat, dan 25 diantaranya yang beroperasi.
Adapun pesawat-pesawat yang beroperasi tersebut yakni Boeing 737 series (5 unit), Twin Otter (5 unit), Cassa (2 unit), Fokker 100 (1 unit), B 737-200 (1 unit), dan MA 60 (11 unit).
"Namun itu kan dahulu. Sekarang saya sudah tidak memegang kendali Merpati ya mungkin MoU bisa saja batal," tutup Jhony.
Jhony memang telah berhenti menjadi Dirut Merpati sejak Senin (14/5/2012) atau sejak diangkatnya Rudy Setyopurnomo. Jhony telah dipecat oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
(dru/ang)










































