Pengusaha RI Didorong Masuk ke Aljazair

Laporan dari Oran

Pengusaha RI Didorong Masuk ke Aljazair

Eddi Santosa - detikFinance
Sabtu, 19 Mei 2012 10:28 WIB
Pengusaha RI Didorong Masuk ke Aljazair
Oran -

Aljazair meminta partisipasi pengusaha dan pemerintah Indonesia dalam era pembangunan yang terus meningkat, seiring dengan pesatnya pembangunan ekonomi di bawah pemerintahan presiden Abdelaziz Boutefika.

Hal itu disampaikan gubernur wilayah Oran, sebuah provinsi di wilayah barat laut Aljazair, Abdelmalik Boudiaf dalam pertemuan dengan Dubes RI untuk Aljazair Ahmad Niam Salim di Kantor Gubernur Oran, baru-baru ini.

"Agar pembangunan dan perkembangan ekonomi bisa ikut dinikmati oleh Indonesia yang telah membantu revolusi kemerdekaan Aljazair, kami meminta peran dan partisipasi pengusaha Indonesia dalam era pembangunan Aljazair baru," ujar Boudiaf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boudiaf juga menawarkan kerjasama sister city (kota kembar, red) antara provinsi Oran dengan provinsi di Indonesia, yang memiliki potensi sama, demikian sebagaimana dituturkan Sekretaris Dubes Muhammad Nur Hayid kepada detikfinance, Jumat (18/5/2012).

"Kami siap menjalin kerjasama lebih konkrit, misalnya hubungan bisnis antar pengusaha kedua negara, maupun kerjasama budaya dan pendidikan dalam format sister city," imbuh Boudiaf.

Menurut Boudiaf, langkah ini diambil untuk semakin mempererat hubungan kedua provinsi dalam rangka merealisasikan komitmen kerjasama di berbagai bidang, khususnya ekonomi.

Dubes dalam tanggapannya langsung menyambut baik tawaran tersebut. Dalam waktu dekat akan diupayakan kunjungan dari salah satu provinsi yang cocok dengan provinsi Oran dan melakukan MoU untuk kerjasama sister city.

"Kami menyambut baik gagasan meningkatkan kerjasama sister city antara provinsi Oran dengan salah satu provinsi di Indonesia. Ini bisa menjadi langkah nyata untuk meningkatkan hubungan kedua bangsa semakin produktif dan strategis," papar Dubes.

Terkait kerjasama ekonomi dan bisnis, Dubes dalam pertemuan yang berlangsung Selasa (15/5/2012), menawarkan kepada gubernur Oran untuk melakukan kunjungan kerja atau kunjungan bisnis ke Indonesia dengan membawa para pengusaha.

Momentumnya dinilai tepat, sebab pada awal Juni mendatang KBRI Aljir akan menggelar program misi dagang kedua dengan membawa pengusaha Aljazair ke Indonesia untuk melakukan penjajakan impor produk-produk Indonesia.

"Program misi dagang pertama pada April lalu berjalan sukses, sehingga membawa dampak luar biasa bagi geliat bisnis kedua negara," demikian Dubes, seraya menjamin bahwa pihaknya akan kembali memfasilitasi pertemuan pebisnis kedua negara.

Selama pertemuan, Dubes didampingi oleh HOC Ida Susanty Munir dan staf ekonomi Masrour Moudjab.

Dubes selanjutnya melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Oran, dihadiri puluhan pengusaha setempat. Mereka menyampaikan minat untuk ikut kunjungan bisnis ke Indonesia pada awal Juni mendatang.

"Pertemuan ini akan menjadi awal baik dalam upaya meningkatkan kerjasama bisnis antar kedua negara," cetus Ketua Kadin Oran Fella Rachid.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, para pengusaha juga menanyakan tentang potensi bisnis yang bisa dijalin antar kedua negara, khususnya kemungkinan investasi pengusaha Indonesia di Aljazair dan ekspor-impor produk kedua negara.

Menanggapi hal itu, Dubes berjanji akan segera menginformasikan keinginan agar pengusaha dan pemerintah Indonesia bisa berinvestasi di Aljazair. Sementara mengenai peluang ekspor-impor, Dubes akan mempertemukan langsung pengusaha kedua negara.

"Ini komitmen saya untuk merealisasikan produktifitas kerjasama kedua bangsa, agar tak berhenti pada hubungan politik semata. Pada Juni mendatang kami akan datang lagi ke Indonesia untuk mendampingi pengusaha Aljazair, bertepatan dengan pameran besar PRJ 2012," tegas Niam.

Pertemuan serupa juga dilakukan dengan gubernur dan Kadin Tlemsen. Dari rangkaian pertemuan terungkap peluang investasi yang terbuka bagi pengusaha Indonesia di Aljazair antara lain dalam bidang konstruksi dan infrastruktur mulai jalan sampai perumahan dan gedung-gedung pemerintah.

Selain itu juga kerjasama dan investasi dalam bidang industri kecil dan menengah serta industri kerajinan tangan yang saat ini sedang berkembang pesat dan butuh asistensi dari pengalaman Indonesia.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads