Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan, jalur kereta pertama yang disiapkan untuk melayani ke bandara adalah KA Komuter.
"KA Komuter ini menggunakan rel yang ada saat ini ditambah rel baru (double track) dari Tanah Tinggi, Tangerang ke Bandara dan KA Ekpress," jelas Bambang kepada detikFinance, Senin (21/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pembangunan double track KA Komuter Tanah Abang-Tanah Tinggi/Tangerang sudah dikerjakan oleh Ditjen KA, dan ditargetkan selesai 2013.
Lalu proyek kedua adalah KA Bandara Ekspres yang saat ini baru dibuat pra feasibilities study oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sampai Juni 2013.
"Kemudian tender badan usaha tahun 2013. Baru tahun 2014 dimulai desain dan pembangunannya," jelas Bambang.
Seperti diketahui, Kemenhub telah menetapkan jalur kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta akan terdiri dari dua jalur, yakni commuter line dan ekspres. Commuter line melewati Tangerang dan ekspres melewati Pluit. Kereta api bandara akan melintas setiap 15 menit hingga 30 menit.
Jalur ekspres akan dibangun dengan model melayang melalui rute Manggarai-Sudirman-Tanah Abang-Duri-Angke-Pluit-Bandara Soekarno Hatta. Proyek pembangunan jalur itu menggunakan pola kemitraan pemerintah dengan swasta atau public private partnership (PPP).
Sementara itu, rute kereta komuter melalui jalur yang sudah ada dari Manggarai-Sudirman-Tanah Abang-Duri-Grogol-Bojong Indah-Kalideres-Tanah Tinggi-Bandara Soekarno Hatta.
Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini pernah mengatakan, menyeleksi konsultan asing untuk pembangunan proyek rel kereta api bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 2,26 triliun. Konsultan yang diseleksi berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Spanyol dan Prancis," kata Emma.
Sekadar diketahui berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 126/KMK.01/2011, PT SMI ditunjuk untuk melakukan fasilitasi penyiapan proyek infrastruktur percontohan salah satunya Proyek Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS) Kereta Api Bandara Soekarno Hatta-Manggarai.
Penunjukan tersebut bertujuan untuk membantu PJPK dalam mempersiapkan proyek KPS, dimulai dari tahap persiapan hingga tahap transaksi proyek.
(dnl/ang)











































