“Yunani ingin bertahan di Uni Eropa. Tidak semua warga Yunani siap melakukan apa yang dibutuhkan untuk bertahan dalam Uni Eropa. Namun saya kira mendekati pemilu 17 Juni nanti, suasana di Yunani-lah yang paling penting bagi negara itu sendiri,” kata Monti dalam wawancara dengan CNN Minggu, dikutip AFP (21/5/2012).
Komentar Monti dilontarkan tak lama berselang setelah keputusannya mempersingkat masa kunjungan summit NATO di Chicago. Monti segera pulang ke Italia untuk mengurus pasca insiden ledakan bom di sebuah sekolah dan gempa bumi parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apakah Uni Eropa butuh bantuan dari Bank Sentral Eropa (BSE), Monti menjawab: “Tentu saja, itulah misi BSE yang paling fundamental, untuk melihat apakah integritas Eropa terjaga dengan aman.”
“Jadi saya kira, di luar latar belakang ini, BSE, institusi-institusi Uni Eropa dan otoritas Yunani atau apa pun yang tersisa dalam proses persiapan pemilu ulang, mereka akan menemukan sebuah solusi. Ini bukan pertama kalinya dalam sejarah Uni Eropa. Ketika Eropa tiba-tiba menghadapi masalah buntu, semua pikiran terfokus, politik akan bersatu dan solusi ditemukan. Namun ini merupakan situasi kritis.”
Di Camp David, para pemimpin G8 mengatakan mereka ingin Yunani bertahan di Uni Eropa namun menekankan juga dibutuhkannya solusi terbaik mengatasi krisis. Yunani direncanakan menggelar pemilu ulang pada 17 Juni setelah pemilihan 6 Juni menghasilkan kemenangan bagi partai anti penghematan atau anti Uni Eropa namun gagal membentuk koalisi pemerintahan yang solid.
(ang/ang)











































