"Kita mengharapkan akan mencapai US$ 5 miliar, itu termasuk US$ 2 miliar dari Bank Dunia," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/5/2012).
Menurut Agus Marto, Indonesia membutuhkan dana kontijensi ini untuk berjaga-jaga jika pemerintah sulit mencari pembiayaan sebesar Rp 190 triliun tahun ini karena perkembangan kondisi ekonomi di Eropa dan dunia yang masih sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Agus masih enggan menjelaskan detil dari mana dana tambahan tersebut berasal. Dana cadangan kehati-hatian ini merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga kesehatan perekonomian.
"Oh ada tetapi yang sekarang saya bicarakan soal Bank Dunia. Kita harapkan yang berpartisipasi sama dengan yang kita punya saat tahun 2009," ujarnya.
Agus menegaskan dengan penambahan utang ini tidak akan menambah defisit yang telah ditetapkan sebesar 2,23% untuk tahun ini.
"Tingkat defisit tidak akan berubah, justru itu hanya semacam jaga-jaga, tetap di 2,23 persen," pungkasnya.
(nia/dnl)










































