Awas, Banyak Perusahaan Belum Berikan Jaminan Pensiun

Awas, Banyak Perusahaan Belum Berikan Jaminan Pensiun

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 14:52 WIB
Awas, Banyak Perusahaan Belum Berikan Jaminan Pensiun
Jakarta -

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat masih sedikit perusahaan negara (BUMN) atau swasta yang memperhatikan masa tua para pekerjanya. Baru 0,05% perusahaan yang memberikan jaminan pensiun.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal mengungkapkan hanya 500 perusahaan dari total 237 ribu perusahaan swasta dan BUMN yang memberikan jaminan pensiun.

"Jadi kira-kira ada 99,5% yang tidak mendapat jaminan pensiun," ungkap Iqbal kepada detikFinance, di Jakarta, Rabu (23/5/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal tidak asal bicara. Data ini ia dapat dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmirasi tahun 2010. Meski sudah dua tahun berlalu, ia yakin tidak akan ada perubahan yang signifikan terhadap angka perusahaan yang memeberikan jaminan pensiun tersebut.

"Data terbaru belum ada. Nggak beda jauh, makanya Depnakertrans (Kemenakertrans) nggak ngeluarin datanya. Karena nggak beda jauh," tegasnya.

Ia pun menyarankan pemerintah untuk tidak mendiskriminasi pemberian jaminan kesehatan bagi para buruh. Pasalnya kini buruh hanya mendapat jaminan kesehatan pada saat bekerja pada perusahaan yang bersangkutan.

Menurutnya, berdasarkan UU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No 40 tahun 2004 dan UU 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), mulai tahun 2014 seluruh rakyat akan mendapat jaminan kesehatan dari BPJS kesehatan. Dengan adanya regulasi ini ia berharap tidak ada lagi diskriminasi.

"Nggak ada lagi diskriminasi. Nggak ada lagi limit. Kalau negara bilangnya nggak ada anggaran, bubarin aja negaranya. Pemerintah nggak punya anggaran turunkan pemerintahnya ganti yang baru," imbuh Iqbal.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads