Komoditi salah satu andalan ekspor Indonesia ini untuk pertama kalinya berhasil mencapai nilai ekspor US$ 1.064.369.000 pada 2011 atau kurang lebih Rp 9 triliun.
"Belum pernah terjadi ekspor 2011 mencapai angka US$ 1 miliar," ungkap Wakil Ketua Bidang Bina Tani Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Salmi Saleh saat jumpa pers di kantornya, Cikini, Jakarta, Rabu (23/5/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara angkanya turun, Artinya ada perbaikan harga khususnya harga arabika, yang mencapai US$ 8per pon," terangnya.
Pada tahun 2012 ini, AEKI mengharapkan pertumbuhan nilai ekspor kembali terjadi. Salmi menargetkan kenaikan nilai ekspor bisa menembus angka US$ 1,2 Miliar pada tahun ini.
Saat ini, data mencatat produksi kopi Indonesia mencapai 700 ribu ton per tahun, mencakup 140 ribu ton untuk Kopi Arabika dan 560 untuk Kopi Robusta. "Tahun ini ditargetkan produksi mencapai 900 ribu ton, 180 ribu ton untuk Arabika, sisanya Robusta," terangnya.
(zlf/hen)










































