Garuda yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang pada Kamis 24 Mei 2012 ini mendarat di Taipei Jumat (25/5/2012) sekitar pukul 06.15 WIB waktu setempat.
Pesawat yang dipiloti Kapten Mahendra ini mengudara selama 5 jam. Setiba di Taipei, Rombongan Garuda disambut media lokal. Setiap penumpang maskapai pelat merah yang menjajal penerbangan perdana ini diberi setangkai bunga Matahari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, EVP Marketing dan Sales Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan pembukaan rute Jakarta-Taipei merupakan bagian pengembangan rute dan upaya meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa dengan memberikan pelayanan lebih.
"Melalui rute ini, Garuda dapat menjembatani dan meningkatkan perdagangan dan pariwisata di kedua kota. Selain itu, dengan penerbangan ini, melalui code share dengan China Airlines, para pengguna jasa Garuda Indonesia akan dapat melanjutkan penerbangan dengan beberapa destinasi, seperti San Fransisco dan Los Angles," kata Elisa saat peresmian keberangkatan Garuda secara simbolis pada Kamis malam.
Melongok soal fasilitas bagi penumpang, penerbangan Jakarta-Taipei dilayani setiap hari. Jadwal keberangkatan dari Jakarta (GA 852) pukul 23.45 WIB dan tiba di Taipei pukul 06.5 LT. Pesawat kemudian terbang lagi dari Taipei (GA 853) pukul 09.50 WIB dan tiba di Jakarta pukul 14.10 WIB.
Nah, kapasitas kursi sebanyak 156 penumpang dengan konfigurasi 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi. Agar penumpang nyaman selama perjalanan, Garuda memperhatian hal-hal kecil antara lain kursi ergonomis, audio dan video dengan LCD touch screen yang menyajikan berbagai pilihan film maupun games demi mengusir kejenuhan penumpang.
Disengat Panas
Musim semi telah berlalu, berganti musim panas. Cuaca di Taipei panas luar biasa. Panas menyengat kulit dan melahirkan keringat bercucuran.
"Panas di Taipei tidak enak. Nggak ada angin. Lihat pohon saja tidak bergerak ditiup angin. Panasnya bisa mencapai 30 derajat celcius, bahkan bila hari gelap masih berkisar 33 derajat celcius," kata Jenny, si pemandu wisata.
Pejabat setempat juga pandai memanfaatkan kelestarian lingkungan. "Kalau ada aliran sungai, pejabat setempat membuat berbagai fasilitas umum seperti taman, tempat olah raga dan lainnya. Mereka sangat peduli dengan lingkungan.
(aan/ang)











































